kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.878   69,00   0,41%
  • IDX 8.024   -211,18   -2,56%
  • KOMPAS100 1.127   -28,97   -2,51%
  • LQ45 815   -18,96   -2,27%
  • ISSI 286   -7,14   -2,44%
  • IDX30 430   -9,61   -2,18%
  • IDXHIDIV20 519   -8,51   -1,61%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,36   -1,65%
  • IDXQ30 138   -2,96   -2,09%

Surplus Dagang Indonesia US$ 950 Juta, AS Jadi Penopang Tapi Defisit China Membengkak


Senin, 02 Maret 2026 / 12:53 WIB
Surplus Dagang Indonesia US$ 950 Juta, AS Jadi Penopang Tapi Defisit China Membengkak


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 950 juta.

Indonesia juga masih mencatatkan surplus neraca dagang dengan Amerika Serikat (AS) ditengah kebijakan tarif resiprokal oleh negara tersebut yang masih penuh ketidakpastian.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang dengan AS pada Januari 2026 mencapai sebesar US$ 1,81 miliar. Rinciannya kinerja impor sebesar US$ 0,7 miliar, dan ekspor lebih besar yakni US$ 2,51 miliar.

Baca Juga: Ekspor Besi dan Baja, Serta Batubara Kompak Turun Pada Januari 2026

“Penyumbang surplus terbesar utamanya, oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), pakaian dan aksesorinya (rajutan) (HS 61), dan alas kaki (HS 64),” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3).

Selanjutnya, penyumbang surplus terbesar kedua adalah dengan India mencapai US$ 1,10 miliar, dengan ekspor mencapai US$ 1,52 miliar, dan impor US$ 0,42 miliar.

Komoditas penyumbang terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), serta besi dan baja (HS 72).

Kemudian, dengan Filipina surplus dagang Indonesia mencapai US$ 0,69 miliar, dengan kinerja ekspor mencapai US$ 0,77 miliar, dan ekspor US4 0,08 miliar.

Komoditas penyumbang surplus terbesar dengan negara tersebut adalah kendaraan dan bagiannya (HS 87), bahan bakar mineral (HS 27), serta lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15).

Negara penyumbang defisit 

Ateng juga menyebutkan, China, Australia, dan Prancis menjadi tiga negara menyumbang defisit neraca dagang tertinggi Indonesia pada Januari 2026.

Ia membeberkan, defisit neraca dagang Indonesia dengan China mencapai US$ 2,62 miliar, dengan kinerja impor paling tinggi sebesar US$ 7,89 miliar, dan ekspor US$ 5,27 miliar.

Komoditas penyumbang utamanya adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), serta kendaraan dan bagiannya (HS 87).

Baca Juga: Ruang Udara Doha dan Dubai Tutup, Asosiasi Minta Evakuasi Jemaah Umrah ke Hotel

Lalu, dengan Australia mencatatkan defisit US$ 0,84 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit utama adalah logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71), Serealia (HS 10), dan bahan bakar mineral (HS 27).

Terakhir, defisit neraca dagang dengan Prancis mencapai US$ 0,47 miliar, dengan kinerja impor mencapai US$ 0,54 miliar, dan ekspor sebesar US$ 0,07 miliar.

Komoditas utama penyumbang defisitnya adalah kendaraan udara dan bagiannya (HS 88), mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), serta minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik (HS 33).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×