kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Surplus Dagang Indonesia US$ 950 Juta, AS Jadi Penopang Tapi Defisit China Membengkak


Senin, 02 Maret 2026 / 12:53 WIB
Surplus Dagang Indonesia US$ 950 Juta, AS Jadi Penopang Tapi Defisit China Membengkak
ILUSTRASI. PT PAL Indonesia (Dok/PT PAL Indonesia)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 950 juta.

Indonesia juga masih mencatatkan surplus neraca dagang dengan Amerika Serikat (AS) ditengah kebijakan tarif resiprokal oleh negara tersebut yang masih penuh ketidakpastian.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang dengan AS pada Januari 2026 mencapai sebesar US$ 1,81 miliar. Rinciannya kinerja impor sebesar US$ 0,7 miliar, dan ekspor lebih besar yakni US$ 2,51 miliar.

Baca Juga: Ekspor Besi dan Baja, Serta Batubara Kompak Turun Pada Januari 2026

“Penyumbang surplus terbesar utamanya, oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), pakaian dan aksesorinya (rajutan) (HS 61), dan alas kaki (HS 64),” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3).

Selanjutnya, penyumbang surplus terbesar kedua adalah dengan India mencapai US$ 1,10 miliar, dengan ekspor mencapai US$ 1,52 miliar, dan impor US$ 0,42 miliar.

Komoditas penyumbang terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), serta besi dan baja (HS 72).

Kemudian, dengan Filipina surplus dagang Indonesia mencapai US$ 0,69 miliar, dengan kinerja ekspor mencapai US$ 0,77 miliar, dan ekspor US4 0,08 miliar.

Komoditas penyumbang surplus terbesar dengan negara tersebut adalah kendaraan dan bagiannya (HS 87), bahan bakar mineral (HS 27), serta lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15).

Negara penyumbang defisit 

Ateng juga menyebutkan, China, Australia, dan Prancis menjadi tiga negara menyumbang defisit neraca dagang tertinggi Indonesia pada Januari 2026.

Ia membeberkan, defisit neraca dagang Indonesia dengan China mencapai US$ 2,62 miliar, dengan kinerja impor paling tinggi sebesar US$ 7,89 miliar, dan ekspor US$ 5,27 miliar.

Komoditas penyumbang utamanya adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), serta kendaraan dan bagiannya (HS 87).

Baca Juga: Ruang Udara Doha dan Dubai Tutup, Asosiasi Minta Evakuasi Jemaah Umrah ke Hotel

Lalu, dengan Australia mencatatkan defisit US$ 0,84 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit utama adalah logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71), Serealia (HS 10), dan bahan bakar mineral (HS 27).

Terakhir, defisit neraca dagang dengan Prancis mencapai US$ 0,47 miliar, dengan kinerja impor mencapai US$ 0,54 miliar, dan ekspor sebesar US$ 0,07 miliar.

Komoditas utama penyumbang defisitnya adalah kendaraan udara dan bagiannya (HS 88), mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), serta minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik (HS 33).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×