Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, komoditas emas yang terus mengalami peningkatan harga turut menjadi penyumbang inflasi bulanan. Komoditas ini mengalami inflasi selama 30 bulan berturut-turut hingga Februari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mencatat harga emas di pasar internasional naik dari yang sebelumnya pada Juli 2024 sebesar US$ 2.398 per troy ounce menjadi US$ 5.002 per troy ounce pada Februari 2026. Harga emas ini terus meningkat hingga awal 2026.
Baca Juga: BPS Catat Setiap Ramadan Terjadi Inflasi, Cek Pendorong Inflasi di Februari 2026
“Artinya ini mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat untuk harga emas,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026).
Ia mencatat, inflasi emas perhiasan pada Februari 2026 mencapai 8,42% month to month (mtm) dengan andil inflasi 0,19% mtm.
Inflasi emas perhiasan ini juga tercatat meningkat dari tahun ke tahun. Pada Februari 2023 mencapai 0,12% mtm, Februari 2024 meningkat jadi 0,64% mtm, pada Februari 2025 meningkat jadi 5,53% mtm, dan pada Februari 2026 menjadi 8,42% mtm.
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi sebesar 0,68% mtm pada Februari 2026, setelah pada Januari 2026 mengalami deflasi 0,15% mtm.
Baca Juga: Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Catat 43.363 Jemaah Tertunda Keberangkatannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













