CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Defisit Neraca Transaksi Berjalan Turun Jadi US$ 1,1 Miliar Pada Kuartal IV 2024


Kamis, 20 Februari 2025 / 11:35 WIB
Defisit Neraca Transaksi Berjalan Turun Jadi US$ 1,1 Miliar Pada Kuartal IV 2024
ILUSTRASI. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/08/2018. Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) mencatat penurunan pada kuartal IV 2024 atau akhir tahun 2024.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) mencatat penurunan pada kuartal IV 2024 atau akhir tahun 2024.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indoensia (BI) Ramdan Denny Prakoso mencatat, transaksi berjalan mencatat defisit sebesar US$ 1,1 miliar atau 0,3% dari produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit sebesar US$ 2,0 miliar atau 0,6% dari PDB) pada kuartal III 2024.

“Transaksi berjalan mencatat penurunan defisit seiring dengan kenaikan harga komoditas di tengah aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga,” tutur Denny dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/2).

Baca Juga: Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Surplus US$7,9 Miliar pada Kuartal IV 2024

Adapun Ia menjelaskan, perbaikan kinerja transaksi berjalan terutama bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan barang, didukung oleh pertumbuhan ekspor nonmigas seiring dengan kenaikan harga beberapa komoditas utama ekspor Indonesia.

Di sisi lain, impor barang tetap tumbuh sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Aktivitas impor barang tersebut meningkatkan impor jasa freight, sehingga turut mendorong peningkatan defisit neraca jasa.

Selain itu, defisit neraca pendapatan primer juga tercatat lebih tinggi karena kenaikan pembayaran imbal hasil atas investasi langsung dan investasi portofolio sejalan dengan aktivitas ekonomi domestik yang terjaga.

Baca Juga: IHSG Rebound 0,23% Mengawali Perdagangan Kamis (20/2), Melawan Arah Bursa Regional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×