CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Defisit APBN 0,91% dari PDB per Juli 2026, Menkeu: Masih Terkendali


Kamis, 10 September 2026 / 15:42 WIB
Defisit APBN 0,91% dari PDB per Juli 2026, Menkeu: Masih Terkendali
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Dok/Kemenkeu)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku senang sekaligus deg-degan melihat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Juli 2026 yang masih terkendali sebesar Rp 235,6 triliun atau setara 0,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya mengatakan, ia senang karena kondisi defisit masih berada dalam kendali. Namun, ia juga khawatir rendahnya defisit tersebut justru mendorong kementerian/lembaga (K/L) mengajukan anggaran belanja tambahan (ABT) dalam jumlah besar.

"Kita senang dan deg-degan sebetulnya. Senangnya ternyata masih bisa dikendalikan, takutnya adalah kalau kementerian/lembaga tahu kita baru defisit 0,91%, sebentar lagi kita akan menerima ABT besar-besaran," ujar Purbaya dalam pidatonya saat acara pelantikan di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Pajak Tumbuh 23,7%, Purbaya Sebut Defisit APBN 2026 Tetap Terkendali di 0,91%

Meski demikian, Purbaya memastikan pemerintah telah mengantisipasi perkembangan defisit hingga akhir tahun. Ia memperkirakan defisit APBN 2026 akan berada di sekitar 2,85% dari PDB, sesuai dengan target yang telah direncanakan.

Menurut Purbaya, kondisi tersebut menunjukkan pemerintah berupaya membuat kebijakan fiskal lebih aktif untuk mendukung perekonomian, namun tetap menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara.

"Angka ini menunjukkan bahwa kita berusaha membuat fiskal lebih aktif tanpa meninggalkan kehati-hatian," katanya.

Baca Juga: Terbitkan Inpres 11/2026, Prabowo Perketat Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar

Dalam pidatonya, Purbaya juga menyampaikan, hingga Juli 2026, belanja negara telah mencapai Rp 1.969,6 triliun atau tumbuh 18,62% secara tahunan. Sementara itu, penerimaan pajak tercatat Rp 1.224,3 triliun atau tumbuh 23,7% secara tahunan.

Adapun postur belanja APBN 2026 dipatok mencapai Rp 3.842,7 triliun, dengan alokasi belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp 1.510,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×