Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap aman dan terjaga, meskipun jika dibandingkan secara tahunan (year on year/yoy) defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 meningkat signifikan hingga 763,3% yoy.
Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN per Mei 2026 mencapai Rp 180,4 triliun atau 0,70% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat dibandingkan defisit April 2026 yang sebesar Rp 164,4 triliun atau 0,64% terhadap PDB.
Namun secara tahunan, defisit APBN juga melonjak dibandingkan posisi Mei 2025 yang hanya sebesar Rp 20,9 triliun atau setara dengan 0,09% terhadap PDB. Dengan demikian, rasio defisit terhadap PDB hingga Mei 2026 tumbuh sekitar 763,3% secara tahunan.
Baca Juga: Danantara: Orang Kaya Tak Diwajibkan Beli Patriot dan Merah Putih Bond
Meski demikian, Purbaya menilai kondisi tersebut masih dalam batas aman dan mencerminkan pengelolaan fiskal yang tetap sehat.
"Kalau dilihat dari situ, APBN kita amat. Yang jelas bisa kita kendalikan, utamanya karena pajak dan bea cukai ada perbaikan yang signifikan," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, kinerja pendapatan negara menjadi faktor utama yang menopang keberlanjutan fiskal.
Hingga Mei 2026, pendapatan negara mencapai Rp 1.185 triliun atau 37,6% dari target APBN tahun ini sebesar Rp 3.153,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 19,1% secara tahunan.
Adapun penerimaan pajak tumbuh 22,1% mencapai Rp 834,4 triliun atau 35,4% dari target. Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai naik 0,7% yoy mencapai Rp 123,8 triliun atau 36,8% dari target, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) meningkat 19,9% yoy mencapai Rp 226,4 triliun, atau sudah 49,3% dari target.
Purbaya menyoroti adanya perbaikan signifikan dibandingkan kondisi tahun lalu. Pada Mei 2025, penerimaan pajak masih mengalami kontraksi 11,3% secara tahunan dan PNBP tertekan 33,2%.
Baca Juga: Kemnaker: Jumlah PHK Capai 23.470 Pekerja, Terbanyak Jawa Barat
"Jadi ada perbaikan yang signifikan di pajak utamanya dibandingkan dengan kondisi tahun lalu. Tahun lalu full year pertumbuhan pajaknya negatif, sekarang positif, mungkin nanti akan 20% atau lebih, kita coba dorong ke atas terus diiringi perbaikan di perpajakan," katanya.
Di sisi lain, belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp 1.365,4 triliun atau 35,5% dari target APBN. Realisasi tersebut tumbuh 34,4% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Purbaya menilai kenaikan belanja tersebut menunjukkan pemerintah berhasil mempercepat pelaksanaan program-program prioritas tanpa mengorbankan disiplin fiskal.
"Belanja negara tetap tumbuh 34,4%, bagus. Artinya sesuai dengan target. Kita selalu ingin mempercepat belanja," ujarnya.
Adapun belanja kementerian/lembaga (KL) tumbuh 58,9% secara tahunan, sementara belanja non kementerian/lembaga meningkat 47%. Adapun transfer ke daerah tercatat turun 4,9%.
Selain itu, indikator keberlanjutan fiskal juga menunjukkan perbaikan. Keseimbangan primer hingga Mei 2026 mencatat surplus Rp 58,6 triliun, meningkat dibandingkan surplus Rp 28 triliun pada April 2026.
Baca Juga: Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle Kabinet Dalam Waktu Dekat
"Artinya anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya," kata Purbaya.
Menurut Purbaya, berbagai indikator tersebut menunjukkan kondisi fiskal Indonesia tetap kuat sehingga tidak tepat jika pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat dikaitkan dengan pengelolaan APBN yang dianggap tidak disiplin.
"Yang dibilang ugal-ugalan atau berupaya membuat anggaran yang kacau sehingga mengganggu stabilitas nilai tukar, saya agak bingung dari mana. Dari sini bagus semua. Pendapatannya naik, defisitnya tetap terjaga," tegasnya.
Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 58,6 triliun. Sementara realisasi pembiayaan anggaran hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 379,4 triliun atau 55,1% dari target APBN tahun ini.
"Kondisi fiskal amat baik. Wamen, para dirjen, semuanya memastikan itu terjadi," pungkas Purbaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













