kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Ekonomi Indonesia Mulai Menguat, PMI Manufaktur Kembali Ekspansif


Kamis, 01 Oktober 2026 / 22:52 WIB
Ekonomi Indonesia Mulai Menguat, PMI Manufaktur Kembali Ekspansif
ILUSTRASI. Tarif Impor-Suasana bongkar muat petikemas di JICT (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah indikator ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan pada akhir September 2026.

Aktivitas manufaktur kembali berekspansi, inflasi masih berada dalam sasaran pemerintah, dan neraca perdagangan kembali mencatat surplus.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, perbaikan tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang kembali masuk zona ekspansif.

PMI manufaktur pada akhir September 2026 berada di level 52, naik dari level 49 pada bulan sebelumnya. Level di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur kembali mengalami ekspansi.

Baca Juga: BI: Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat Hadapi Dampak Perang Timur Tengah

"PMI kita akhir September tercatat menjadi 52. Ini berarti kembali ke zona ekspansif," ujar Suahasil di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (1/10/2026).

Menurut Suahasil, kembali ekspansifnya PMI menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi mulai bergerak setelah sebelumnya berada di zona kontraksi.

Perbaikan juga terlihat dari sisi harga. Inflasi September 2026 tercatat 3,28%, masih berada dalam sasaran inflasi pemerintah sebesar 2,5% plus minus 1%.

Suahasil menilai kombinasi aktivitas ekonomi yang kembali meningkat dan inflasi yang tetap berada dalam sasaran menunjukkan kondisi perekonomian masih terjaga.

Inflasi yang terkendali juga diharapkan memberi ruang bagi dunia usaha untuk mempertahankan aktivitas produksi.

Peningkatan produksi barang dan jasa, menurut dia, dapat berjalan beriringan dengan membaiknya aktivitas manufaktur sehingga menopang pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Kadin DKI: PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Namun Risiko Global Masih Membayangi

Dari sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia juga kembali mencatat surplus sebesar US$ 3,5 miliar.

"Trade balance juga positif di US$ 3,5 miliar. Jadi ini juga angka yang baik, kembali ke teritori positif," kata Suahasil.

Dengan sejumlah indikator tersebut, pemerintah melihat momentum perbaikan ekonomi mulai terbentuk pada penghujung kuartal III-2026.

Di sisi fiskal, Kementerian Keuangan juga tengah memfinalisasi realisasi APBN hingga akhir September 2026. Suahasil meminta jajarannya segera merampungkan angka tersebut sebelum disampaikan kepada publik.

Baca Juga: PMI Manufaktur Tertekan, Kadin Sebut Pemerintah Perkuat Permintaan dan Turunkan Biaya

Ia menargetkan laporan realisasi APBN hingga September dapat disampaikan kepada media pada pekan depan, atau diupayakan sebelum 11 Oktober 2026.

"Segera difinalkan dan kemudian kita segera menyampaikan kepada media APBN akhir September," tutur Suahasil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×