kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Danantara Perlu Lakukan Ini untuk Bisa Setor Rp 800 Triliun ke Kas Negara


Kamis, 12 Maret 2026 / 18:21 WIB
Danantara Perlu Lakukan Ini untuk Bisa Setor Rp 800 Triliun ke Kas Negara
ILUSTRASI. Tasyakuran satu tahun Danantara (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan Danantara bisa setor keuntungan minimal Rp 800 triliun setiap tahun ke nagara. Dengan jumlah itu, Danantara setidaknya harus mengantongi Return on Asset (RoA) sebesar 5% disetiap tahunnya. 

Merespon hal ini, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menegaskan bahwa Danantara perlu langkah strategis mencapai target baru tersebut. 

"Untuk mncapai target ambisius presiden agar Danantara bisa setor Rp 800 triliun per tahun ke negara, perlu ada langkah strategis yang menurut saya sangat krusial," kata Yusuf pada Kontan.co.id, Kamis (12/3/2026). 

Baca Juga: Satu Tahun Berjalan, Danantara Investment Management Kantongi Komitmen Rp 346 Triliun

Pertama, adalah penguatan tata kelola dan pengawasan agar lembaga ini berjalan secara transparan dan akuntabel, karena pengelolaan aset negara dalam skala sangat besar membutuhkan sistem kontrol yang kuat. 

Kedua, Danantara harus fokus pada investasi bernilai tambah tinggi, terutama di sektor hilirisasi industri, energi, dan manufaktur yang bisa meningkatkan ekspor serta memperdalam struktur industri nasional. 

Ketiga, keberhasilan Danantara tidak cukup diukur dari jumlah proyek yang dijalankan, tetapi dari nilai ekonomi yang diciptakan. 

Baca Juga: Prabowo Minta Danantara Setor Rp 800 Triliun per Tahun ke Negara

"Apakah investasi tersebut memperkuat rantai pasok domestik, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang bagi sektor swasta serta UMKM," lanjut Yusuf. 

Yusuf juga menanggapi capaian ROA BUMN yang meningkat lebih dari 300% sepanjang tahun 2025 dibawah kendali Danantara. 

Menurut Yusuf, menunjukan Danantara berhasil melakukan konsolidasi dan penataan struktur pengelolan aset. Namun begitu, dirinya juga menilai capaian terjadi karena kinerja BUMN sebelumnya berada pada titik awal yang lemah. 

Secara keseluruhan, Yusuf mengaku belum melihat Danantara mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara nyata. 

"Peningkatan ROA atau efisiensi manajemen memang positif, tetapi dampaknya ke ekonomi riil—seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, atau pertumbuhan industri hilir—biasanya membutuhkan waktu," lanjut Yusuf. 

Secara terpisah, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menyebut lembaga investasi yang dipimpinnya disiapkan menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi nasional untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen.

Baca Juga: Danantara Kantongi Investasi Pabrik PLTS US$ 1,4 M, Pembangunan Rampung Akhir Tahun

Hal itu diungkapkannya dalam acara Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Rosan mengatakan, Danantara yang pembentukannya dicanangkan Presiden Prabowo, diharapkan memiliki kemampuan besar dalam mendorong perekonomian nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global.

"Memang diharapkan peran dari Danantara ini salah satunya menjadi engine of growth. Mempunyai kemampuan yang besar dalam menunjang perekonomian Indonesia yang kita akan capai dengan pertumbuhan 8 persen," ucapnya.

Lebih dari itu, lanjut Rosan, keberadaan Danantara juga diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga merata di seluruh lapisan masyarakat. 

Ia bilang, target pertumbuhan ekonomi 8 persen harus disertai dengan pemerataan manfaat pembangunan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat luas. 

“Kami di Danantara juga melihat ada arti yang lebih besar dari itu, bagaimana penciptaan pertumbuhan 8 persen, tetapi di saat bersamaan kita juga melakukan pemerataan sehingga 8 persen ini benar-benar dirasakan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia," jelas dia.

Baca Juga: Setahun Berjalan, Danantara Klaim Garap Proyek Hilirisasi Senilai US$ 26 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×