kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.522   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Butuh pertumbuhan ekonomi 7% agar rakyat sejahtera


Rabu, 24 Mei 2017 / 12:21 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dinilai belum menyejahterakan masyarakat. Kesejahteraan rakyat, hanya bisa dicapai jika ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi lagi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, beberapa tahun belakangan, ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5%. Angka itu belum bisa menyejahterakan masyarakat Indonesia. Untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, setidaknya dibutuhkan pertumbuhan ekonomi mencapai 7%.

"(Ekonomi) perlu tumbuh di atas 7% (untuk menyejahterakan masyarakat)," kata Agus, Rabu (24/5).

Menurutnya, bicara soal pertumbuhan ekonomi, tak hanya bicara soal capaian angka. Pertumbuhan ekonomi, harus kuat dan berkelanjutan. Sementara pertumbuhan yang sehat hanya bisa dicapai jika adanya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

"Perlu ada upaya bersama reformasi struktural baik fiskal, moneter, dan sektor keuangan," imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mengatakan, Indonesia berpotensi terjebak dalam negara berpenghasilan menengah atau middle income trap. Hal itu bisa terjadi jika pertumbuhan ekonomi seperti saat ini terus-menerus terjadi hingga tahun 2030 mendatang.

Sementara untuk keluar dalam potensi jebakan itu, ia melihat Indonesia perlu tumbuh hingga mencapai 10%. "Kementerian Keuangan, BI, OJK, LPS, punya tugas minimal menjaga tidak timbulnya gejolak pada sistem keuangan kita," kata Marwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×