kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.854   45,00   0,27%
  • IDX 8.091   -144,53   -1,75%
  • KOMPAS100 1.138   -18,68   -1,62%
  • LQ45 821   -13,05   -1,56%
  • ISSI 288   -4,46   -1,52%
  • IDX30 432   -7,43   -1,69%
  • IDXHIDIV20 520   -7,22   -1,37%
  • IDX80 127   -1,76   -1,36%
  • IDXV30 142   -1,35   -0,94%
  • IDXQ30 139   -2,67   -1,89%

Bupati Bantaeng tolak kartu sakti Jokowi


Selasa, 11 November 2014 / 22:42 WIB
Bupati Bantaeng tolak kartu sakti Jokowi
ILUSTRASI. Cara Daftar Sertifikasi Halal Gratis, Jika Dipersulit Hubungi Nomor Ini


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah cukup puas dengan sistem kesehatan yang sudah ada di daerahnya. Dia menilai, Kartu Indonesia Sehat yang diluncurkan Presiden Joko Widodo tidak akan terlalu efektif dan banyak membantu.

"Alhamdulillah, di Bantaeng kita enggak perlu kartu-kartuan kalau sakit," kata Nurdin dalam Dialog Demokrasi 'Dari Daerah Untuk Indonesia' di Hari Ulang Tahun ke-15 The Habibie Center di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Nurdin menjelaskan, sejak beberapa tahun lalu sudah dibuat call center yang memungkinkan warga tidak mampu untuk menelpon jika jatuh sakit. Pertolongan pun akan segera datang.

"Cukup menelpon 113, perawat datang dengan ambulans," ujarnya.

Ambulans itu, menurut dia, didatangkan langsung dari Jepang dan memiliki fasilitas berbeda dari ambulans pada umumnya yang ada di Indonesia. Di sana sudah bersiaga dokter serta berbagai alat yang dibutuhkan untuk sang pasien.

"Berbeda dengan ambulans pertama saya dilantik dulu. Kecepatannya saja sudah mengalahkan kecepatan suara. Sampai rumah sakit, yang sakit bukan cuma pasien tapi seluruh isi mobil," selorohnya.

Nurdin juga beranggapan, yang terpenting sebenarnya bukan lah penanganan terhadap orang yang jatuh sakit. Harusnya, kata dia, pemerintah justru lebih berupaya agar kesehatan penduduk terjaga agar mereka tak sampai jatuh sakit.

"Masyarakat Indonesia harus disehatkan, jangan kartu diperbanyak," pungkasnya.(Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×