Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk menambah kuota penugasan Bulog terkait beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan sebanyak 1 juta ton di tahun ini. Jumlah ini bertambah dari penugasan sebelumnya yang ditetapkan 888.000 ton di tahun ini.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani mengatakan bahwa penambahan kuota beras SPHP ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak El-Nino.
Pihaknya juga menyebut bahwa anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan penugasan ini mencapai Rp 1,1 triliun.
Baca Juga: Abu Anak Krakatau Tak Terdeteksi di 4 Bandara, Soekarno Hatta Tunggu Dibuka
"Jadi berasnya itu kan 11.000/kg (dari Bulog) dikalikan penugasan 1 juta ton, jadi anggaran yang disiapkan capai 1,1 triliun untuk SPHP-nya," terang Rizal dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, anggaran ini akan disiapkan langsung oleh pemerintah. Rizal menegaskan bahwa pihaknya akan langsung menerima anggaran tersebut sebagai operator di lapangan.
Lebih jelas, Rizal menegaskan kemarau panjang yang terjadi di Indonesia ini berpotensi menurunkan produktivitas pertanian. Bahkan menurutnya, beberapa wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem terancam gagal panen.
Untuk itu, penyaluran beras SPHP ke depan juga akan mempertimbangkan potensi kerawanan di setiap daerah terhadap dampak el-nino.
"SPHP akan diberikan sebagai stimulus masyarakat, memberikan harga murah dengan kualitas yang bagus," jelas Rizal.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, keputusan penambahan kuota beras SPHP kepada Bulog dilakukan untuk memitigasi kenaikan harga beras karna dampak dari kemarau panjang.
"1 juta ya tambahan SPHP beras medium untuk Oktober, November dan Desember karena ini tidak ada panen karena kemarau panjang," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Purbaya Ungkap Alasan Anggaran Subsidi Energi 2027 Dipangkas Jadi Rp 261 Triliun
Zulhas juga memastikan beras ini akan segera diguyur di pasar tradisional maupun pasar modern dalam waktu dekat. Pihaknya menegaskan beras SPHP ini akan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500/kg.
Zulhas juga meminta kepada Bulog untuk mempercepat distribusi Bantuan Pangan kepada 33,3 juta penerima manfaat.
Terkait upaya percepatan, Bulog akan merapel pengiriman dari sebelumnya 10 kg setiap bulan selama 3 bulan menjadi satu kali pengiriman saja.
"Jadi engga 10 kg, 10kg setiap bulan, tapi langsung 30 kg dalam satu kali pengiriman agar Bulog bias langsung membanjiri pasar masyarakat," tegas Zulhas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














