kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Abu Anak Krakatau Tak Terdeteksi di 4 Bandara, Soekarno Hatta Tunggu Dibuka


Senin, 07 September 2026 / 20:59 WIB
Abu Anak Krakatau Tak Terdeteksi di 4 Bandara, Soekarno Hatta Tunggu Dibuka
ILUSTRASI. Abu vulkanik sudah tidak terdeteksi di empat bandara yakni Soekarno-Hatta dan Budiarto di Banten, Halim Perdanakusuma serta Husein Sastranegara (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya berdampak pada operasional sejumlah bandara. Terbaru, BMKG mencatat, abu vulkanik tidak terdeteksi di empat bandara berdasarkan pemantauan Senin (7/9/2026).

Empat bandara tersebut yakni Soekarno-Hatta dan Budiarto di Banten. Kemudian Halim Perdanakusuma di Jakarta serta Husein Sastranegara di Bandung.

Pantauan dilakukan menggunakan paper test di area bandara. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui keberadaan partikel abu vulkanik di sekitar lokasi.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Alasan Anggaran Subsidi Energi 2027 Dipangkas Jadi Rp 261 Triliun

Khusus di Soekarno-Hatta, hasil paper test menunjukkan negatif dalam empat pemeriksaan berturut-turut.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, hasil serupa juga ditemukan di tiga bandara lainnya.

“Ada empat bandara yang posisi dari pengamatan paper test itu telah menunjukkan negatif yaitu di Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto di Curug,” ujar Teuku dalam Rapat Terbatas penanganan bencana di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Hasil pemantauan tersebut kemudian dikomunikasikan BMKG dengan otoritas terkait. Koordinasi juga dilakukan dengan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, Australia.

Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi kondisi abu vulkanik di ruang udara. Hasil paper test juga dapat menjadi salah satu pertimbangan pembukaan kembali bandara.

Namun, pemerintah belum langsung membuka kembali Soekarno-Hatta. Perubahan arah angin masih menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan keamanan penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah masih memastikan kondisi sebelum membuka kembali bandara.

“Kami ingin memastikan lagi sebelum kami membuka Bandara Soekarno-Hatta atau bandara yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau,” jelas Dudy.

Baca Juga: KSPI Proyeksi Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 Naik 7,5%-8,5%

Pada pukul 12.30 WIB, BMKG masih mengamati abu vulkanik di ketinggian 15.000 kaki. Abu bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot dan intensitas relatif tetap.

Pemerintah juga melanjutkan paper test secara berkala untuk memantau perubahan kondisi di sekitar bandara.

Sebelumnya, delapan bandara sempat terdampak penutupan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali beroperasi setelah dipastikan tidak terdampak abu vulkanik.

Sementara tujuh bandara lainnya masih ditutup sementara. Bandara tersebut mencakup Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten, Budiarto, Husein Sastranegara, Taufik Kiemas, dan Pondok Cabe.

Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin memperkirakan, sebaran abu vulkanik masih berlangsung hingga pukul 06.10 WIB pada Selasa (8/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×