kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.113   83,00   0,46%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

Bulog Usulkan Rebranding Beras SPHP Jadi Beras Kita, Target Produksi 2 Juta Ton


Kamis, 09 Juli 2026 / 12:13 WIB
Bulog Usulkan Rebranding Beras SPHP Jadi Beras Kita, Target Produksi 2 Juta Ton
ILUSTRASI. Perum Bulog usulkan rebranding beras SPHP menjadi Beras Kita agar lebih dikenal. Produksi 2 juta ton siap penuhi pasar. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mengusulkan perubahan merek beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat identitas produk beras pemerintah agar lebih mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat.

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani, dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (9/7/2026).

Rizal menjelaskan, perubahan nama menjadi Beras Kita bertujuan menyelaraskan identitas produk pangan milik pemerintah yang telah menggunakan penamaan serupa, seperti Minyakita dan Gula Manis Kita.

"Karena yang punya pemerintah mulai dari Minyakita, Gula Manis Kita. Maka beras juga kami sarankan menggunakan brand Beras Kita supaya pemahamannya lebih mudah dan lebih mengena masyarakat," kata Rizal.

Baca Juga: Eks Pegawai Kemenkeu Wajib Tunggu 5 Tahun Sebelum Jadi Kuasa Pajak, Ini Aturannya

Menurut Rizal, usulan rebranding tersebut telah mendapat persetujuan dari Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. Selanjutnya, Bulog akan membawa usulan tersebut ke Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, untuk dibahas lebih lanjut.

Ia menegaskan, perubahan nama tidak akan memengaruhi kualitas beras yang dipasarkan. Beras Kita nantinya tetap menggunakan kualitas premium seperti beras SPHP yang selama ini beredar di pasar.

Selain itu, Bulog juga telah menyiapkan rencana produksi hingga 2 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial apabila usulan rebranding tersebut memperoleh persetujuan pemerintah.

"Ini targetnya 2 juta ton. Harapannya di tahun ini dan paling lambat sampai pertengahan tahun depan," jelas Rizal.

Baca Juga: Pemerintah Usul Perubahan Skema BPIH Haji 2027, Jemaah Bayar Lebih Ringan

Rizal juga memastikan Bulog tidak akan menarik beras SPHP yang telah beredar di pasaran. Penjualan produk tersebut akan tetap dilanjutkan hingga seluruh stok habis.

"Akan tetap lanjut (tidak ditarik) karena sebenernya kualitas sama persis bedanya hanya ganti kemasan agar lebih zaman now saja," urai Rizal.

Melalui rebranding ini, Bulog berharap produk beras pemerintah memiliki identitas yang lebih kuat, lebih mudah dikenali masyarakat, serta mampu meningkatkan efektivitas program stabilisasi pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×