Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mencatat realisasi serapan gabah petani telah mencapai 3,2 juta ton atau setara 83% dari target pemerintah sebesar 4 juta ton pada 2026. Capaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pemerintah menyerap hasil panen petani sekaligus memperkuat cadangan beras nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani, mengatakan realisasi serapan gabah tahun ini telah melampaui capaian pada periode yang sama tahun lalu.
"Satu tahun, tahun 2025 itu hanya 3,1 ton Nah di tahun ini, di tahun 2026, di hari ini sudah di atas 3,2 ton," kata Rizal dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (9/7/2026).
Selain mencatat peningkatan serapan gabah, Bulog juga mengungkapkan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang saat ini telah mencapai 5,4 juta ton.
Menurut Rizal, sebagian dari stok beras tersebut akan dialokasikan untuk produksi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang ke depan akan berganti nama atau rebranding menjadi Beras Kita. Volume yang disiapkan untuk program tersebut mencapai sekitar 2 juta ton.
Baca Juga: Bulog Usulkan Rebranding Beras SPHP Jadi Beras Kita, Target Produksi 2 Juta Ton
Di sisi lain, Bulog juga mulai membuka peluang pemasaran beras ke pasar internasional. Saat ini, perusahaan pelat merah tersebut tengah menjajaki peluang ekspor ke sejumlah negara, di antaranya Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, untuk komoditas jagung, Bulog mencatat realisasi serapan telah mencapai 270 ribu ton. Angka tersebut masih berada di bawah target pemerintah yang mencapai 1 juta ton pada tahun ini.
Meski demikian, Rizal optimistis serapan jagung akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan seiring berlangsungnya panen raya di sejumlah daerah sentra produksi.
"Dan estimasi kami dipanen berikutnya ini akan sampai di atas 300-an 350-an, tembus mudah-mudahan karena dari Gorontalo dengan NTB, produksinya luar biasa," terang Rizal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














