kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp 10 Triliun untuk Biaya Penyakit Pernapasan di 2022


Rabu, 30 Agustus 2023 / 18:45 WIB
BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp 10 Triliun untuk Biaya Penyakit Pernapasan di 2022
ILUSTRASI. Tahun lalu, BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya perawatan untuk penyakit pernapasan sekitar Rp 10 triliun.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengobatan penyakit pernafasan dikaver BPJS Kesehatan. Tahun lalu, BPJS  Kesehatan mengeluarkan biaya perawatan untuk penyakit pernapasan sekitar Rp 10 triliun.

Terdapat enam penyakit pernapasan yakni pneumonia, tuberkolosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) dan kanker paru-paru.

"Total belanja BPJS Kesehatan untuk penyakit ini mencapai Rp 10 triliun untuk tahun lalu,"' kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Raker bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (30/8).

Baca Juga: Menkes: Polusi Udara Berkontribusi Besar Terhadap Penyakit Gangguan Pernapasan

Budi menyebutkan polusi udara memiliki dampak serius pada penyakit pernapasan.

Misalnya seperti PPOK yang terpengaruh dari adanya polusi udara. Kemudian polusi udara juga berpengaruh serius pada penyakit pneumonia, asma dan juga ISPA.

Dalam paparan Kementerian Kesehatan, terlihat BPJS Kesehatan mengeluarkan Rp 5,8 triliun untuk penyakit pneumonia.

Kemudian posisi dua penyakit pernapasan dengan beban biaya tinggi ialah tuberkulosis Rp 1,9 triliun. Disusul ISPA Rp 1,1 triliun, asma sebesar Rp 602 miliar, PPOK senilai Rp 330,3 miliar dan kanker paru-paru Rp 192,1 miliar.

Adapun penyakit dengan beban biaya tertinggi dalam program jaminan kesehatan nasional (JKN) masih diduduki penyakit jantung yakni sebesar Rp 12,1 triliun.

Pneumonia sendiri ada di posisi kedua penyakit dengan beban biaya tertinggi dalam program JKN.

Baca Juga: Peneliti Sebut Polusi Udara Sebagai Ancaman Kesehatan Global Paling Mematikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×