Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendapatkan penugasan untuk membiayai subsidi bahan bakar minyak (BBM) nelayan.
Subsidi ini diberikan usai pemerintah memberikan harga khusus bagi nelayan dengan kapal 30 GT sampai 200 GT sebesar 15.000/liter. Adapun BPDP akan membayar selisih harga solar non subsidi sebesar Rp 3.600/liter karena harga solar nonsubsidi saat ini mencapai Rp 21.300/liter.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kebijakan ini berpotensi membebani keuangan BPDP jika harga solar nonsubsidi terus mengalami lonjakan harga.
Baca Juga: Amran Ancam Tindak Tegas Perusahaan yang Mainkan Harga TBS Sawit Petani
Yusuf mengingatkan, pemerintah hanya menerapkan sistem kuota sebesar 400.000 kiloliter yang berlaku selama enam bulan. Di sisi lain, pemerintah tidak menetapkan batas biaya yang akan ditanggung BPDP.
"Artinya ketika harga solar naik, selisih yang harus ditanggung bisa lebih besar. Karena itu program ini perlu memiliki pagu rupiah yang jelas," kata Yusuf pada Kontan.co.id, Rabu (15/7/2026).
Di sisi tata kelola, pemerintah juga perlu menjelaskan dasar hukum penggunaan dana pungutan sawit untuk subsidi solar nelayan.
Yusuf khawatir, penugasan BPDP untuk membiayai subsidi BBM nelayan ini akan berkembang menjadi anggaran tambahan di luar mekanisme APBN.
"Klaim tidak membebani APBN memang benar saat dana BPDP masih cukup, tapi jika dana menipis, tekanan politik untuk mempertahankan subsidi tinggi maka beban tersebut juga akan kembali ke pemerintah," kata Yusuf.
Baca Juga: Menkop Tegaskan Kopdes Merah Putih Bukan Prioritas Kelola Tambang
Sebelumnya, BPDP memastikan kesiapan anggarannya untuk mendanai subsidi solar bagi nelayan.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah mengatakan, pihaknya siap mengucurkan anggaran yang dibutuhkan untuk 400.000 kiloliter solar yang akan di salurkan pada seluruh nelayan.
"BPDP siap support aja," jelas Alfansyah dijumpai di Kantor BPDP, Rabu (15/7/2026).
Afriansyah tidak menjelaskan detil berapa anggaran yang di siapkan untuk program subsidi nelayan. Pihaknya hanya memastikan anggaran yang disiapkan kurang dari Rp 1,5 triliun.
Angka ini didapatkan dari asumsi subsidi yang akan ditanggung oleh BPDP sebesar 3.600/liter dan dikalikan dengan alokasi solar yang ditetapkan sebesar 400.000 kiloliter
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
