kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.068   28,32   0,47%
  • KOMPAS100 795   6,77   0,86%
  • LQ45 604   5,03   0,84%
  • ISSI 210   0,26   0,12%
  • IDX30 341   2,64   0,78%
  • IDXHIDIV20 425   3,10   0,74%
  • IDX80 91   0,70   0,77%
  • IDXV30 116   0,43   0,37%
  • IDXQ30 110   0,84   0,77%

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 444,4 Miliar di Mei 2026, Ini Rinciannya


Rabu, 15 Juli 2026 / 10:27 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 444,4 Miliar di Mei 2026, Ini Rinciannya
ILUSTRASI. Suasana transaksi Surat Berharga Negara (SBN) di Treasury BSI (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar US$ 444,4 miliar, atau secara tahunan tumbuh sebesar 2,1% year on year (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 2,0% yoy.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso membeberkan, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah.

Adapun ULN publik tumbuh melambat. Posisi ULN pemerintah pada Mei 2026 sebesar US$ 217,3 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,7% yoy, relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan April 2026.

Baca Juga: Tarif Layanan Kemenkum Naik hingga 233%, Ini Daftar Biaya Terbarunya

“Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang terjaga, di tengah pembayaran neto pinjaman luar negeri pemerintah yang jatuh tempo,” tutur Denny dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Selanjutnya, posisi ULN swasta pada Mei 2026 tercatat sebesar US$ 195,9 miliar, atau mengalami kontraksi sebesar 0,1% secara tahunan. Denny menyebut, kontraksi tersebut lebih terbatas dibandingkan dengan kontraksi sebesar 0,5% pada April 2026.

Perkembangan ULN swasta terutama didorong oleh ULN kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) yang secara tahunan mencatatkan kontraksi sebesar 0,8% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada April 2026 sebesar 5,0% yoy.

Lebih lanjut, Denny membeberkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,9% pada Mei 2026 dan didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 83,9% dari total ULN.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tandasnya.

Baca Juga: Bantuan Pangan Tahap II Bakal Cair Agustus 2026, Total 997.200 Ton Beras Disiapkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×