Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
Karhutla masih meluas
Selain kekeringan, perkembangan karhutla juga masih menjadi perhatian nasional.
Di Provinsi Riau, luas lahan terbakar hingga 28 Juli mencapai 15.372,88 hektare. Penambahan terjadi di Desa Rawa Sekip, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu seluas sekitar 0,5 hektare. Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara.
Baca Juga: Utang Restitusi Pajak Tembus Rp 70 Triliun, Pengusaha Minta DJP Percepat Pencairan
Di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar sejak awal tahun mencapai 664,87 hektare yang tersebar di 12 kabupaten dengan total 520 kejadian hingga 28 Juli 2026. Operasi udara BNPB masih terus dilakukan untuk mendukung pemadaman.
Di Provinsi Jambi, total luas lahan terbakar mencapai 213,05 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota. Operasi udara juga terus dilaksanakan untuk membantu penanganan.
Sementara itu, di Kalimantan Barat, luas karhutla telah mencapai 28.680,47 hektare berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan hingga 25 Juli 2026. Operasi udara dan pemadaman darat masih berlangsung untuk mencegah perluasan kebakaran.
Di Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar mencapai 1.268,33 hektare hingga 26 Juli atau bertambah sekitar 83,89 hektare dibandingkan sebelumnya. BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat operasi udara.
Sedangkan di Kalimantan Selatan, total lahan terbakar mencapai 1.029,75 hektare. Pemerintah provinsi masih menetapkan status siaga darurat hingga 31 Oktober 2026 dengan operasi udara dan darat yang terus berlangsung.
Di Aceh, kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.
Hingga 28 Juli, luas lahan terbakar mencapai sekitar 13 hektare dan beberapa titik asap masih terpantau.
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, telah berhasil dikendalikan. Meski tidak ada lagi titik api yang terpantau, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.
Baca Juga: Menkes: 112 Juta Masyarakat di Indonesia Masih Kekurangan Gizi
Penanganan kebakaran permukiman
BNPB juga terus mendukung penanganan kebakaran permukiman di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terjadi sejak 24 Juli 2026.
Peristiwa tersebut berdampak pada 52 KK atau 160 jiwa. Status tanggap darurat masih diberlakukan hingga 31 Juli 2026.
Tim gabungan terus melakukan kaji cepat, menyalurkan bantuan, serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Baca Juga: Wapres Gibran: Saya Terbuka Terhadap Kritik dan Pengawasan Publik
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau dengan tidak membuka lahan menggunakan api, memperkuat patroli di daerah rawan kebakaran, serta memastikan ketersediaan sumber air untuk penanganan dini.
Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, serta instansi terkait. BNPB mengingatkan agar setiap potensi kebakaran maupun kondisi darurat segera dilaporkan sehingga dapat ditangani lebih cepat dan dampak bencana dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














