kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.948   35,00   0,20%
  • IDX 6.039   2,10   0,03%
  • KOMPAS100 778   1,37   0,18%
  • LQ45 596   0,86   0,14%
  • ISSI 210   -0,13   -0,06%
  • IDX30 332   1,25   0,38%
  • IDXHIDIV20 424   1,56   0,37%
  • IDX80 89   0,13   0,15%
  • IDXV30 115   0,32   0,28%
  • IDXQ30 108   0,44   0,41%

DPR Soroti Kesiapan Industri Bioetanol, Dorong Akselerasi Menuju E20


Senin, 05 Oktober 2026 / 12:17 WIB
DPR Soroti Kesiapan Industri Bioetanol, Dorong Akselerasi Menuju E20
ILUSTRASI. Pemerintah berencana memperluas bauran energi terbarukan melalui peningkatan penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM (Dok/PT Pertamina Patra Niaga)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah memperluas bauran energi terbarukan melalui peningkatan penggunaan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) mendapat terus mendapat sorotan.

Peningkatan penggunaan bioetanol hingga menuju E20 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memacu pertumbuhan industri dalam negeri.

Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Bambang Patijaya mengatakan, arah kebijakan dari pemerintah tersebut akan memberikan stimulus positif bagi perekonomian.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Sistem di TNI Harus Berbasis Prestasi, Bukan Senioritas

Menurutnya, lonjakan kebutuhan bioetanol secara bertahap bakal menarik investasi anyar dan memperluas penyerapan komoditas bahan baku lokal di berbagai wilayah Indonesia.

"Ini langkah yang positif. Kita bukan hanya bicara mengurangi ketergantungan terhadap impor bensin, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya industri bioetanol di dalam negeri," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).

Di sisi lain, Bambang mengingatkan, percepatan target pemanfaatan bioetanol harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi serta kepastian pasokan bahan baku secara konsisten.

Data Kementerian ESDM mencatat kapasitas fuel grade ethanol (FGE) dari lima produsen nasional baru menyentuh angka sekitar 70.500 kiloliter hingga Juli 2026.

Melihat kondisi tersebut, Bambang optimistis kapasitas produksi dalam negeri masih sangat prospektif untuk terus ditingkatkan guna mendukung target energi nasional. 

“Potensi kita besar. Tinggal bagaimana kapasitas industrinya terus tumbuh dan pasokan bahan bakunya semakin kuat sehingga peningkatan pemanfaatan bioetanol ke depan dapat didukung semaksimal mungkin dari dalam negeri,” terangnya.

Baca Juga: 53.490 Pekerja Kena PHK hingga Agustus, Ini PR Pemerintah di Tahun Ketiga Prabowo

Guna menjaga kelancaran rantai pasok, Bambang menyambut baik langkah kajian pendekatan multifeedstock berbasis tebu, singkong pahit, tongkol jagung, hingga sorgum, sagu, dan aren. 

Pemanfaatan sumber daya alami yang beragam ini diyakini mampu menciptakan integrasi industri hulu-hilir, membuka lapangan kerja baru, serta melipatgandakan nilai tambah komoditas lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×