kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Stabil, Tapi Tertekan Intervensi Rupiah


Senin, 05 Oktober 2026 / 05:26 WIB
Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Stabil, Tapi Tertekan Intervensi Rupiah
ILUSTRASI. Cadangan devisa RI turun (KONTAN/BAihaki)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia diperkirakan tetap berada di level tinggi pada akhir September 2026.

Namun, ruang kenaikannya dinilai terbatas karena tekanan terhadap rupiah dan meningkatnya ketidakpastian pasar global yang berpotensi mendorong intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing.

Sejumlah ekonom memperkirakan posisi cadangan devisa September berada di kisaran US$ 145 miliar hingga US$ 147 miliar. Proyeksi tersebut relatif dekat dengan posisi akhir Agustus 2026 yang tercatat sekitar US$ 146,5 miliar.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan cadangan devisa September sedikit meningkat ke kisaran US$ 146 miliar-US$ 147 miliar.

Baca Juga: Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Bertahan di US$ 145 Miliar–US$ 148 Miliar

Kenaikan tersebut antara lain ditopang penerimaan devisa dari sektor pajak, pembiayaan utang luar negeri pemerintah, serta aliran modal portofolio, termasuk ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Cadangan devisa masih berpeluang sedikit meningkat," ujar David kepada Kontan, Minggu (4/10/2026).

Sementara itu, Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memperkirakan posisi cadangan devisa justru turun tipis menjadi sekitar US$ 145,8 miliar.

Menurut Irman, penurunan tersebut masih relatif terbatas dan lebih mencerminkan penggunaan cadangan devisa sebagai buffer untuk menjaga stabilitas di tengah volatilitas pasar, bukan menunjukkan pelemahan ketahanan eksternal Indonesia secara signifikan.

Posisi cadangan devisa tersebut dinilai masih sangat memadai. Irman menyebut levelnya setara dengan lebih dari lima bulan kebutuhan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional.

Senior Analyst Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita juga memperkirakan cadangan devisa September masih berada di kisaran US$ 145 miliar-US$ 148 miliar.

Baca Juga: Cadangan Devisa Diproyeksi Meningkat Jadi US$ 147 Miliar per September 2026

Menurut dia, kenaikannya kemungkinan tidak sebesar bulan sebelumnya karena terdapat sejumlah faktor yang bergerak berlawanan.

Dari sisi positif, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus menunjukkan perbaikan. Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, Indonesia masih mencatat surplus perdagangan US$ 7,25 miliar.

Ekspor pada periode yang sama mencapai US$ 186,39 miliar atau tumbuh 19,84% secara tahunan.

Namun, tekanan terhadap rupiah pada akhir September menjadi faktor yang dapat menahan kenaikan cadangan devisa. Rupiah tercatat berada di level Rp 17.855 per dolar AS pada 22 September dan sempat menembus Rp 18.000 per dolar AS pada 29 September.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×