kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB: Waspadai Potensi Bencana Saat Musim Kemarau


Senin, 27 Juli 2026 / 16:07 WIB
Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB: Waspadai Potensi Bencana Saat Musim Kemarau
ILUSTRASI. Karhutla Kalimantan Barat terluas di Indonesia (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, serta tanah longsor masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia selama periode Minggu (26/7/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (27/7) pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sejumlah kejadian tersebut telah berdampak pada masyarakat di berbagai daerah dan sebagian masih dalam proses penanganan.

Baca Juga: Lakukan Pelanggaran, BGN Berhentikan 261 Pegawai Non ASN

Karhutla terjadi di lima daerah

BNPB mencatat karhutla terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (25/7). Kebakaran menghanguskan sekitar tiga hektare lahan di Desa Penyak, Kecamatan Koba.

"Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh pihak berwajib. Luas lahan terdampak diperkirakan sekitar tiga hektare dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini," ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi.

Tim Reaksi Cepat BPBD Bangka Tengah mengerahkan personel dan truk tangki air berkapasitas 5.000 liter. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Karhutla juga melanda Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (26/7).

Di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kebakaran lahan gambut seluas dua hektare masih dalam proses pemadaman hingga Minggu (26/7).

Sementara di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kebakaran lahan seluas satu hektare juga masih ditangani tim gabungan.

Adapun di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kebakaran lahan seluas sekitar 2,8 hektare berhasil dipadamkan pada Minggu (26/7) sore.

Baca Juga: BGN Melarang Dapur MBG Gunakan MinyaKita, LPG 3 Kg dan Beras SPHP

Kebakaran permukiman di Sukabumi

Selain karhutla, kebakaran juga melanda permukiman di Kampung Adat Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebanyak 51 rumah mengalami rusak berat akibat kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik.

Sebanyak 51 kepala keluarga (KK) atau 159 jiwa terpaksa mengungsi, terdiri dari 42 KK (132 jiwa) yang mengungsi ke rumah kerabat dan 9 KK (27 jiwa) di lapangan sepak bola Kasepuhan Cipta Mulya.

Kebakaran juga merusak satu tempat ibadah, satu gedung PAUD, lumbung dan penumbuk padi, serta dua fasilitas sanitasi umum.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengaktifkan Posko Tanggap Darurat Bencana, mendirikan dapur umum, tenda pengungsian, pos logistik, dan pos kesehatan.

BNPB turut menyalurkan bantuan berupa 100 paket sembako, 50 paket family kit, satu tenda pengungsi, dan dua unit toilet portabel.

Baca Juga: Pembentukan Tujuh Kejari Baru Dipertanyakan, Pengamat: Bertentangan dengan Efisiensi

Longsor dan banjir

Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, longsor memutus saluran pipa air bersih akibat runtuhnya rumpun bambu sepanjang sekitar 10 meter.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 5.000 jiwa terancam mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Warga bersama pemerintah masih melakukan perbaikan jaringan pipa.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, merendam 168 rumah dan berdampak pada 203 KK atau 504 jiwa. Berdasarkan laporan BNPB, banjir telah surut.

Masih di Morowali Utara, longsor menyebabkan akses jalan antara Desa Lemowalia dan Desa Salubiro terputus sehingga sekitar 627 KK atau 2.104 jiwa masih terisolasi. Kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan jembatan darurat.

Di Sumatera Barat, hujan lebat memicu banjir dan longsor di Kabupaten Agam yang merusak satu rumah, tiga ruas jalan, satu jembatan, satu tanggul, serta memutus satu akses jalan.

Bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Pasaman Barat. Empat rumah dan jalur utama Simpang Empat–Talu terdampak, sementara hujan masih mengguyur wilayah tersebut hingga Minggu (26/7).

Baca Juga: BGN Bersih-Bersih, Tutup Permanen 883 Dapur MBG dan Tak Lagi Dibayar

BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang pada periode 27–29 Juli 2026 di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, serta sebagian besar wilayah Sumatera.

BNPB mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan pemantauan dan deteksi dini, serta memastikan kesiapan sarana pemadaman karhutla selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan titik api.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Berdampak ke Bisnis Koperasi Eksisting

Selain itu, warga di daerah rawan banjir diimbau segera mengungsi apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan mengurangi jarak pandang.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor, BNPB meminta agar mewaspadai tanda-tanda pergerakan tanah seperti munculnya retakan, pohon atau tiang yang mulai miring, maupun suara gemuruh dari lereng, serta segera melakukan evakuasi jika kondisi membahayakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×