Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengingatkan prajurit TNI bahwa ancaman terhadap Indonesia saat ini tidak hanya datang dalam bentuk serangan fisik. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat ancaman terhadap kedaulatan negara juga muncul melalui ruang siber dan disinformasi.
Ia mengatakan kondisi geopolitik global saat ini penuh dengan ketidakpastian sehingga Indonesia harus bersiap menghadapi berbagai bentuk ancaman.
“Dunia sekarang menunjukkan penuh gejolak, penuh ketidakpastian, kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata,” ujar Prabowo dalam peringatan HUT ke-81 TNI, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: DPR Soroti Kesiapan Industri Bioetanol, Dorong Akselerasi Menuju E20
Menurutnya, ancaman terhadap Indonesia saat ini telah berkembang ke berbagai bentuk. Salah satunya melalui serangan siber dan penyebaran informasi yang dinilai dapat memicu perpecahan di dalam negeri.
“Sekarang ancaman tidak hanya fisik, kita bisa diserang dan sudah mulai diserang melalui cyber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” ungkap Prabowo.
Selain ancaman siber dan disinformasi, Prabowo menyebut gangguan terhadap perekonomian dan pencurian kekayaan negara juga harus menjadi perhatian. Ia menilai berbagai aktivitas tersebut dapat berdampak terhadap kedaulatan Indonesia.
“Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri, penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia,” ujarnya.
Prabowo juga menyoroti penyelundupan dari dan ke Indonesia. Menurutnya, penyelundupan keluar negeri dapat menyebabkan kekayaan Indonesia hilang, sementara penyelundupan masuk seperti narkotika dapat mengancam keberlangsungan masyarakat.
“Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” katanya.
Dengan perkembangan ancaman tersebut, Prabowo meminta TNI terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi. Ia menekankan pentingnya pembelajaran dan latihan bagi prajurit.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Sistem di TNI Harus Berbasis Prestasi, Bukan Senioritas
“Saudara-saudara kalian, perang sekarang belum tentu wujudnya fisik, karena itu TNI harus terus menyusulkan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih,” tutur Prabowo.
Menurut dia, masa damai harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ancaman yang lebih besar.
Karena itu, Prabowo meminta TNI menjadi institusi yang profesional, responsif, modern, inovatif dan adaptif. Penguasaan teknologi dinilai semakin penting untuk menghadapi bentuk ancaman yang terus berkembang.
“TNI sekarang harus menguasai teknologi, TNI sekarang harus mengutamakan prestasi,” tutup Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














