Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan peningkatan kesejahteraan prajurit TNI harus tetap memperhatikan kondisi kehidupan masyarakat secara umum. Ia mengatakan, sebagai tentara rakyat, tingkat kehidupan prajurit tidak boleh terlalu jauh dari rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Senin (5/10/2026). Ia mengatakan pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.
“Pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit, pendidikan anak-anak prajurit, pelayanan kesehatan, serta kehidupan keluarga prajurit,” ujar Prabowo.
Baca Juga: 53.490 Pekerja Kena PHK hingga Agustus, Ini PR Pemerintah di Tahun Ketiga Prabowo
Meski demikian, Prabowo menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan prajurit perlu tetap berada dalam konteks TNI sebagai bagian dari rakyat Indonesia.
“Tetapi sekali lagi saya tegaskan TNI sebagai tentara rakyat, tingkat kehidupan TNI tidak boleh terlalu jauh dari tingkat kehidupan rakyat kita seluruhnya,” tegasnya.
Menurut Prabowo, pengabdian prajurit TNI bukan hanya menjadi tanggung jawab individu yang menjalankan tugas. Keluarga prajurit juga menghadapi konsekuensi dari tugas tersebut, termasuk risiko ketika prajurit harus menjalankan tugas di wilayah yang memiliki tingkat bahaya tinggi.
“Pengabdian seorang prajurit adalah pengorbanan yang sangat besar untuk para keluarganya,” katanya.
Karena itu, Prabowo menyampaikan penghargaan kepada keluarga prajurit TNI yang turut menopang pengabdian anggota keluarganya. Ia secara khusus mengapresiasi para istri dan suami prajurit.
“Untuk itu sekali lagi saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada istri-istri prajurit, kepada suami yang memiliki istri seorang prajurit TNI,” ujar Prabowo.
Baca Juga: PNBP Komoditas Nikel Tembus Rp 21 Triliun, Ekonom: Hilirisasi Dorong Nilai Tambah
Menurut dia, anak-anak dan orang tua prajurit juga ikut menghadapi ketidakpastian selama anggota keluarganya menjalankan tugas. Terlebih, terdapat kemungkinan prajurit tidak kembali dari medan tugas.
“Untuk anak-anak dan orang tua para prajurit yang selalu menunggu dan harus siap bila suaminya, istrinya atau putrinya tidak akan kembali,” katanya.
Prabowo mengatakan, pemerintah akan terus memberikan perhatian terhadap aspek kesejahteraan prajurit dan keluarga. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa TNI merupakan bagian dari masyarakat yang dilindunginya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga meminta prajurit terus menjalankan tugas dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama. Menurutnya, kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh persenjataan dan anggaran, tetapi juga kedekatan dengan rakyat.
“Terus menjadi tentara rakyat. Tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat,” ujar Prabowo.
Baca Juga: AMRO Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5,3%
Prabowo menambahkan, tanggung jawab prajurit TNI mencakup menjaga kedaulatan, wilayah, serta kekayaan Indonesia agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Marilah kita jaga wilayah kita, marilah kita jaga rakyat kita, marilah kita berjuang menjaga kekayaan kita agar kekayaan kita bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














