Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sebagai bagian dari sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Hingga 20 Januari 2026, total pembelian SBN oleh BI mencapai Rp 23,69 triliun.
Dari jumlah tersebut, pembelian di pasar sekunder tercatat sebesar Rp 13,21 triliun. Langkah ini dilakukan dalam rangka ekspansi likuiditas moneter sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga: BI Proyeksikan NPI 2026 Tetap Kuat, Defisit Transaksi Berjalan Rendah
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
“Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter,” ujar Perry.
BI memastikan, langkah tersebut tetap sejalan dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung efektivitas kebijakan moneter di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh tantangan.
Baca Juga: Sambangi KPK, Menteri PKP Pastikan Proyek Rusun Subsidi Meikarta Aman
Selanjutnya: BI Proyeksikan NPI 2026 Tetap Kuat, Defisit Transaksi Berjalan Rendah
Menarik Dibaca: Biji Nangka Rebus: 4 Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan Optimal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













