kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Wamenhaj Minta Arab Saudi Beri Relaksasi Hotel Umrah Imbas Konflik Timur Tengah


Rabu, 04 Maret 2026 / 15:48 WIB
Wamenhaj Minta Arab Saudi Beri Relaksasi Hotel Umrah Imbas Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. Dahnil Anzar Simanjuntak (KONTAN/Ratih Aji)


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan, pemerintah bakal berkoodinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait relaksasi perhotelan imbas konflik di kawasan Timur Tengah. 

Dahnil memahami bahwa otoritas Arab Saudi yang memiliki kewenangan untuk mengurus relaksasi perhotelan para jemaah umrah. 

"Nanti kami akan bicara dengan pemerintah otoritas Saudi Arabia terkait dengan perhotelan. Karena hotel di bawah pengawasan kementerian Saudi Arabia," kata Dahnil di Grand El Hajj Banten, Selasa (3/3/2026). 

Dahnil akan bicara apakah otoritas Arab Saudi dapat memberikan keringanan-keringanan yang bisa diperoleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro perjalanan umrah.

Sebab, PPIU pasti mengalami sejumlah kerugian akibat eskalasi yang saat ini masih terjadi di Timur Tengah.

Baca Juga: Krisis Timur Tengah Memanas, Pemerintah Perlu Tebalkan Anggaran Perlinsos

"Pasti mengalami beberapa kerugian karena mereka sudah pesan hotel, pesan tiketing pesawat dan sebagainya. Dan kondisinya tidak bisa diprediksi," ungkapnya. 

Sementara itu, terkait penerbangan, sebagian besar maskapai asing menyediakan opsi pengembalian dana (refund) bagi jemaah yang belum berangkat maupun yang sudah berada di Arab Saudi.

Untuk penerbangan langsung (direct) ke Indonesia, maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudi Airlines, masih melayani penerbangan. Hanya saja, harga tiket yang lebih mahal. Hal ini yang menjadi kendala para jemaah umrah.

Dahnil mengaku sudah berbicara dengan Direktur Utama Garuda Indonesia untuk memberikan relaksasi harga tiket agar jemaah umrah Indonesia bisa berangsur pulang ke Tanah Air. 

"Saya sampaikan ke Direktur Utama Garuda supaya bisa menyediakan pengangkutan pengganti untuk jemaah umrah kita yang refund dari maskapai asing. Jadi mereka akhirnya beli tiket Garuda untuk kembali. Tapi harganya harus lebih ekonomis," imbuh dia.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Masih Memanas, Pemerintah Belum Buka Peluang Tambah Bansos

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/04/14161171/imbas-konflik-timur-tengah-pemerintah-koordinasi-dengan-saudi-minta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×