kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

BI: Ramadan Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2026!


Selasa, 17 Maret 2026 / 15:00 WIB
BI: Ramadan Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2026!
ILUSTRASI. BI optimis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 melonjak berkat Ramadan dan THR


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu dijaga dan diperkuat di tengah berlangsungnya perang di Timur Tengah.

Meski ada tekanan global, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 meningkat ditopang permintaan domestik.

Pertumbuhan ekonomi tersebut akan didorong konsumsi rumah tangga naik didukung oleh peningkatan permintaan rumah tangga terkait perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Lebaran sejalan perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan yang bersumber dari pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial Pemerintah, dan berbagai insentif Pemerintah lainnya.

“Investasi juga diperkirakan tetap baik, didorong terutama oleh akselerasi investasi Pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan investasi Danantara,” tutur Perry dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga: BI: Konflik Timur Tengah Memperburuk Ekonomi Global, Ketahanan Domestik Diperkuat

Meski demikian, Perry mengingatkan, dampak memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global akibat perang Timur Tengah perlu diantisipasi dan direspon secara tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk itu lanjutnya, sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia serta pemangku kepentingan lainnya makin diperkuat agar dapat menjaga permintaan domestik dan mendukung pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,9%–5,7%.

Selanjutnya, keyakinan pelaku ekonomi baik rumah tangga maupun dunia usaha terus dijaga sehingga tetap dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi. Berbagai program Pemerintah yang berdampak kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja dengan tetap menjaga ketahanan fiskal terus dilakukan.

“BI akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×