kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Gubernur BI Optimistis Ekonomi Indonesia Akan Tumbuh Lebih Tinggi pada Kuartal I-2026


Kamis, 19 Februari 2026 / 15:12 WIB
Gubernur BI Optimistis Ekonomi Indonesia Akan Tumbuh Lebih Tinggi pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Ekonomi RI kuartal I 2026 diprediksi BI lebih tinggi dari sebelumnya. Investasi pemerintah dan konsumsi rumah tangga jadi kunci. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan,  pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 lebih tinggi dari periode sebelumnya, yakni pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39% year on year (yoy),

“Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diperkirakan berlanjut pada kuartal I 2026,” tutur Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026).

Ia melihat pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 akan didorong oleh beberapa hal. Di antaranya, konsumsi rumah tangga akan meningkat ditopang berbagai program stimulus pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di kuartal I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H.

Baca Juga: Konsumsi Naik Jelang Idul Fitri, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Sentuh 6%

Sejalan dengan itu, investasi juga diperkirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh investasi pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 meningkat dalam kisaran 4,9%–5,7% yoy sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: BI: Tren Prospek Perekonomian Global Melambat, Ketidakpastian Pasar Keuangan Tinggi

“BI terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan,” tandasnya.

Selanjutnya: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Ketidakpastian

Menarik Dibaca: Resep Risol Spesial Buka Puasa: Cicipi 4 Varian Lezat Ala Devina Hermawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×