kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

BI Catat Uang Beredar Rp 9.891,6 Triliun pada November 2025, Kredit Mulai Menggeliat


Senin, 22 Desember 2025 / 11:11 WIB
BI Catat Uang Beredar Rp 9.891,6 Triliun pada November 2025, Kredit Mulai Menggeliat
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia (BI) di gedung BI, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025 tumbuh 8,3% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 9.891,6 triliun.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar 7,7% YoY.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan M2 didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi.

Baca Juga: Pemerintah Kebut PP Atur Penugasan Polri di Luar Struktur

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 11,4% YoY dan uang kuasi sebesar 5,9% YoY,” ujar Ramdan dalam siaran pers, Senin (22/12/2025).

Secara rinci, M1 yang memiliki pangsa 58,1% terhadap M2 tercatat sebesar Rp 5.748 triliun pada November 2025.

Angka ini tumbuh 11,4% YoY, meningkat dibandingkan pertumbuhan Oktober 2025 sebesar 11% YoY.

Sementara itu, uang kuasi yang menyumbang 41,4% dari M2 tercatat sebesar Rp 4.099,2 triliun dengan pertumbuhan 5,9% YoY.

BI menyampaikan, perkembangan M2 pada November 2025 terutama dipengaruhi oleh peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) serta penyaluran kredit.

Tagihan bersih sistem moneter kepada Pempus tumbuh 8,7% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 5,4% YoY.

Adapun penyaluran kredit pada November 2025 tumbuh 7,9% YoY mencapai Rp 8.196,4 triliun. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat 7% YoY.

Baca Juga: Resmi! 24 Desember 2025 Bukan Libur, Ini Jadwal Lengkap Libur Natal dan Tahun Baru

Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih pada November 2025 tumbuh melambat menjadi 9,7% YoY, setelah pada Oktober 2025 tumbuh 10,4% YoY.

Lebih lanjut, uang primer (M0) adjusted pada November 2025 tumbuh 13,3% YoY menjadi Rp 2.136,2 triliun. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 14% YoY.

BI menjelaskan, perkembangan M0 adjusted tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 24,2% YoY serta uang kartal yang diedarkan sebesar 13,1% YoY.

“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” tulis BI.

Selanjutnya: Redmi Note 15 Pro+ Bawa Baterai Silikon 6500 mAh, Lengkap dengan Fast Charging 100W

Menarik Dibaca: Redmi Note 15 Pro+ Bawa Baterai Silikon 6500 mAh, Lengkap dengan Fast Charging 100W

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×