Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan bahwa status siaga satu bagi prajurit TNI saat ini sudah tidak lagi diberlakukan.
“Jadi eskalasi diturunkan jadi siaga tiga,” ucap Donny saat ditemui di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Menurut dia, siaga satu merupakan tahapan kesiapsiagaan tertinggi yang menandakan seluruh unsur siap, mulai dari personel, perlengkapan, hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Jadi itu suatu tahapan kesiapsiagaan. Bukan mulai dari (siaga tiga), tidak. Siaga satu, berarti kita siap semuanya,” imbuhnya.
Ia mencontohkan, kesiapan tersebut sempat ditunjukkan melalui pengerahan perlengkapan dan alutsista dalam kegiatan di kawasan Monas beberapa waktu lalu.
Baca Juga: KPK Sita Aset Senilai Rp 100 Miliar Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Donny menegaskan bahwa penerapan siaga satu oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bukan sebagai tindak lanjut atas situasi di daerah.
“Kegiatan ini bukan terkait situasi darurat atau respons terhadap kondisi keamanan tertentu,” kata Donny.
Dalam hal ini, Donny menegaskan bahwa siaga satu merupakan pembinaan kesiapsiagaan internal dan bagian dari prosedur rutin untuk menjaga profesionalisme serta kesiapan prajurit.
Ia menambahkan, TNI tengah mempersiapkan berbagai kegiatan penting dalam waktu dekat, termasuk pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Jadi yang tadi saya sampaikan, ini adalah suatu kesiapsiagaan internal. Berupa pengecekan kesiapan personel dan materiil agar satuan selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, Jenderal Agus Subiyanto selaku Panglima TNI mengeluarkan perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi global, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.
Dalam telegram itu disebutkan bahwa semua satuan TNI harus meningkatkan kesiapsiagaan operasional seiring meningkatnya dinamika konflik internasional dan potensi dampaknya terhadap situasi keamanan di dalam negeri.
Status siaga tingkat 1 tersebut berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Agus mengatakan, siaga 1 dalam militer adalah sebuah istilah biasa.
Menurut dia, siaga 1 yang dimaksud berkaitan dengan kesiapan prajurit dalam menangani bencana alam.
"Siaga 1 itu kan istilah di militer, istilah yang biasa di militer. Saya sudah berlakukan siaga 1 tentunya di satuan-satuan itu Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, setiap kodam itu satu batalion siaga 1 apabila di wilayahnya ada bencana alam," ujar Agus, di Istana, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.
Agus mengeklaim, dirinya ingin menguji kesiapsiagaan personel dan materiil TNI, sehingga instruksi siaga 1 adalah hal yang biasa.
Namun, saat ditanya apakah siaga 1 berkaitan dengan konflik Timur Tengah yang memanas, Agus tidak menjawab terang.
"Oke ya terima kasih ya, itu hal biasa lah siaga 1 itu," ucap dia.
Baca Juga: Jusuf Kalla Kumpulkan Mantan Para Dubes di Rumahnya, Apa yang Dibahas?
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/12/20343331/tni-ad-sebut-siaga-satu-sudah-tidak-lagi-diberlakukan-kini-siaga-tiga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













