Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dengan target ambisius pertumbuhan ekonomi mencapai 7,5% secara tahunan (year on year/yoy). Target tersebut menjadi bagian dari roadmap pemerintah menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Asal tahu saja, target pertumbuhan yang dipatok 7,5% tahun 2027 jauh lebih tinggi dari target 2026 yang sebesar 6,3% yoy. Sasaran tersebut juga sesuai dengan tren target pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk 2028 sebesar 7,7% dan berlanjut hingga tumbuh 8% pada 2029.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menyiapkan 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang terdiri dari 53 program unggulan, mulai dari swasembada pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga hilirisasi industri dan pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Djaka Budi Utama Terseret Kasus Korupsi, Bea Cukai Hormati Proses Hukum
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak bisa hanya bertumpu pada Jakarta, melainkan harus didorong secara merata oleh seluruh daerah di Indonesia.
“Bahwa kita perlu tumbuh dan pertumbuhan ini tidak hanya di Jakarta tapi tumbuh di setiap daerah dan dalam catatan kami, pertumbuhan nasional 5,9% sampai 7,5% tidak bisa dicapai tanpa dukungan daerah,” ujar Rachmat dalam agenda Rakorbangpus 2026 dalam rangka penyusunan RKP 2027 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menurut Rachmat, seluruh program prioritas tersebut akan dijalankan melalui tiga fokus utama pemerintah, yakni peningkatan produktivitas, investasi, dan industrialisasi. Implementasinya juga akan disesuaikan dengan potensi dan keunggulan masing-masing daerah.
Ia menegaskan, pembiayaan pembangunan tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga akan diperkuat lewat sumber non-APBN, termasuk investasi dari Danantara dan sinergi berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Menko Airlangga Dampingi Presiden Hadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu Filipina
“Justru pembiayaan non APBN termasuk investasi Danantara juga harus kita dorong secara aktif agar kapasitas pembangunan kita tidak terbatas pada fiskal semata,”
Adapun detail dari 8 klaster yang terdiri dari 53 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kedaulatan Pangan
- 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih
- 4.582 Kapal Ikan Modern
- 40.000 Lokasi Budidaya Ikan Darat Tematik
- Revitalisasi Tambak Nila Salin 14.090 Ha di Pantura
- Modeling dan Replikasi 2.000 Ha Tambak Udang Terintegrasi
- 2.000 Ha Kawasan Sentra Industri Garam Nasional
- Pengembangan Kawasan Pangan Terintegrasi
- Pengembangan Kawasan Perkebunan (Sawit, Tebu, Kakao, Kelapa, Kopi, Jambu Mete, Rempah)
- Peningkatan Produksi Daging, Susu, dan Telur
2. Kemandirian Energi dan Air
- Mandatori Biodiesel 50 (B50)
- Mandatori Bioetanol 20 (E20)
- Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW
- Implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)
- Konversi 6 Juta Unit Motor BBM ke Motor Listrik
- Pembangunan Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk 1 Juta Sambungan Rumah (SR)
- Peningkatan Lifting Minyak dan Gas Bumi
- 10 Small Scale Green Modular Refinery and 6 Storage (Deployable Mass Model)
- Eksplorasi 10 Blok Migas Baru
- Elektrifikasi 10.000 Desa
- Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
- PLTA Skala Besar Terintegrasi
- Kompor Listrik untuk 2-5 Juta Rumah Tangga
- Optimalisasi 45.000 Sumur Minyak Masyarakat
- Optimalisasi Lifting di 13.824 Sumur Tua
Swasembada Air
3. Pendidikan
- Makan Bergizi Gratis Anak Sekolah
- Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah
- Bantuan Perlengkapan Sekolah
500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)
- Studio Guru
- Digitalisasi Pendidikan (2 Jut Papan Interaktif Digital)
- 20 Sekolah Garuda Baru, 80-Sekolah Garuda Transformasi
- 514 Sekolah Rakyat
- 10 Universitas Baru: Medical University berbasis STEMM
- 500.000 Lulusan SMK Go Global
- Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Nasiona
- Peningkatan Kesejahteraan Guru, Transfer Langsung Tunjangan
- Pelindungan Anak di Ruang Digital melalui PP TUNAS
4. Kesehatan
- Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil Ibu Menyusui, dan Balita
- 86 Rumah Sakit Upgrade
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Penuntasan Tuberkulosis
5. Hilirisasi dan Industrialisasi
- Hilirisasi Industri Strategis (18 Proyek)
- Mobil Nasional
- Motor Nasional
- Ekosistem Industri Kedirgantaraan
Pengembangan Industri Semikonduktor
6. Infrastruktur, Perumahan dan Ketahanan Bencana
- Giant Sea Wall
- Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera
- Gerakan ASRI (Gentengisasi, Pengendalian Sampah, Penghijauan)
- 3 Juta Rumah: 1 Juta Rumah Baru & 2 Juta Renovasi Rumah
- Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional
7. Kerakyatan dan Desa
- 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- Percepatan Pembangunan Daerah 3T
8. Penurunan Kemiskinan
- Pro-Kesra Bantuan Sosial Terintegrasi
- Pro-Kesra untuk 10 Juta Penduduk Berusaha dan Bekerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













