kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Bantah Ada Kelangkaan, Bulog Pastikan Minyakita Sudah Ada di Pasar


Kamis, 23 April 2026 / 16:12 WIB
Bantah Ada Kelangkaan, Bulog Pastikan Minyakita Sudah Ada di Pasar
ILUSTRASI. Minyakita dipajang pada etalase pedagang sembako di pasar (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani memastikan stok Minyakita di pasar domestik sudah kembali normal. Kelangkaan yang sempat terjadi di sejumlah titik kini telah teratasi seiring dengan distribusi intensif ke seluruh daerah. 

Rizal menegaskan bahwa pasokan minyak goreng subsidi tersebut kini sudah merata.

"Enggak, sudah tidak langka. Minyakita sudah terdistribusi di seluruh pasar SP2KP oleh seluruh jajaran kantor cabang Bulog di seluruh tanah air," katanya saat meninjau Pasokan Beras di Gudang Bulog Karawang, Kamis (23/4/2026). 

Meski distribusi diklaim sudah aman secara nasional, Rizal mengakui masih ada kendala di wilayah paling timur Indonesia. Wilayah Papua tercatat menjadi satu-satunya titik yang pasokannya belum sepenuhnya pulih. 

Baca Juga: Pasokan Beras Tembus 5 Juta Ton, Mentan Pede Bisa Ekspor 500 Ribu Ton

Pihak Bulog mengungkapkan, keterlambatan di Papua murni disebabkan oleh kendala logistik laut. 

Namun, ia memastikan masalah tersebut akan segera tuntas dalam hitungan hari. Saat ini, armada pengangkut stok Minyakita sudah dalam posisi berlayar menuju pelabuhan tujuan. 

"Sekarang sedang perjalanan. Insya Allah dalam waktu dekat, 2 atau 3 hari lagi sudah sampai di Papua," imbuhnya. 

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan bahwa pasokan minyakita melimpah namun ada kendala produksi kerena kenaikan harga kemasan. 

Baca Juga: Hampir 6.000 Jemaah Haji RI Tiba, Ini Imbauan Penting di Madinah

"Kalau dari hulunya ketersediaan minyak goreng tidak masalah, tapi kan tadi faktor plastiknya naik. Itu harus kita selesaikan," kata Budi di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (21/4/2026). 

Budi menyebut tengah menyelesaikan masalah plastik. Pihaknya memastikan akan segera mendatangkan nafta dari beberapa negara untuk mempercepat produksi plastik kembali. 

"Nanti harapan kami juga produksi plastik yang normal jangan sampai juga nanti distribusinya tetap mahal karena kalau produksi sudah normal ya distributor juga harus menyesuaikan," lanjutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×