kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Bank Indonesia Terus Perkuat Bauran Kebijakan Moneter untuk Jaga Inflasi


Rabu, 19 Agustus 2026 / 15:32 WIB
Bank Indonesia Terus Perkuat Bauran Kebijakan Moneter untuk Jaga Inflasi
ILUSTRASI. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 tercatat 2,88% secara tahunan (yoy), turun dari bulan sebelumnya  3,34% yoy (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasaran.

Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 tercatat 2,88% secara tahunan (yoy), turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,34% yoy.

Perkembangan inflasi tersebut didukung inflasi inti yang tetap terjaga sebesar 2,76% yoy, sejalan dengan konsistensi kebijakan BI.

Sementara itu, inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah atau administered prices (AP) tercatat 3,58% yoy. Perkembangan tersebut seiring dengan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.

Baca Juga: Modernisasi Hercules, Menhan Dorong Kemandirian MRO Pesawat TNI AU

Adapun inflasi kelompok volatile food (VF) melambat menjadi 2,52% yoy. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh periode panen komoditas hortikultura, khususnya aneka cabai dan bawang merah.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter agar inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027," ujar Destry dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

Selain itu, BI akan terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk memitigasi dampak rambatan global berupa imported inflation.

BI juga memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), termasuk melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga inflasi pangan, termasuk mengantisipasi risiko gangguan cuaca seperti El Nino yang berpotensi mendorong kenaikan harga pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×