Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT Agrinas Pangan Nusantara telah mengeluarkan surat keputusan (SK) pengangkatan dan penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang bertugas mulai Oktober 2026. Namun penempatan ini menimbulkan polemik karena manajer Kopdes Merah Putih tidak bekerja berdasarkan domisili.
Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi mengatakan, proses rekrutmen sejak awal tidak menggunakan pendekatan wilayah sebagai dasar utama penempatan. Pemerintah menyesuaikan jumlah calon manajer dengan kebutuhan di masing-masing titik Kopdes Merah Putih.
"Memang pendekatan rekrutmennya kan bukan pendekatan wilayah," ujar Ahmad dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut Ahmad, jumlah calon manajer yang lolos seleksi di suatu daerah tidak selalu sama dengan jumlah titik Kopdes Merah Putih yang membutuhkan manajer.
Jika jumlah calon manajer di suatu wilayah lebih banyak dibandingkan kebutuhan, peserta yang belum memperoleh lokasi penugasan akan diarahkan ke wilayah lain yang masih membutuhkan.
"Kita orientasikan pertama penempatan pada wilayah setempat. Tapi manakala kemudian pada titik itu jumlah titiknya tidak lebih banyak dibanding jumlah peserta yang lolos, maka dia akan ditempatkan pada titik-titik lain," jelasnya.
Baca Juga: Bonus Demografi Terancam Gagal Jika Indonesia Hanya Andalkan AI
85% calon manajer sudah setuju penempatan
Di tengah munculnya keluhan mengenai lokasi penempatan, Kemenkop menyebut proses penugasan calon manajer tetap berjalan.
Ahmad mengatakan, dari total 28.621 calon manajer yang telah lolos seleksi, lebih dari 85% telah mengisi offering letter dan menyatakan kesediaan terhadap lokasi penempatan yang ditentukan.
Data yang disampaikan Kemenkop pada 28 September 2026 tersebut mencapai sekitar 85,3% atau 24.416 dokumen.
Melalui offering letter, calon manajer mendapatkan informasi mengenai lokasi penugasan sekaligus diminta memberikan konfirmasi atas kesediaan mereka.
"Alhamdulillah sampai sejauh ini ya, sudah lebih dari 85 persen dari seluruh calon manajer yang ditempatkan ini sudah mengisi kesediaannya pada penempatan yang sudah ditetapkan," kata Ahmad.
Proses pengisian offering letter sendiri baru berlangsung sekitar dua hari dan batas akhirnya ditetapkan pada Senin (28/9/2026) malam.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Manajer Kopdes mulai bertugas awal Oktober
Setelah tahapan offering letter selesai, Kemenkop akan melanjutkan proses penempatan para manajer ke titik Kopdes yang telah ditentukan.
Pemerintah menargetkan para manajer tersebut mulai aktif bertugas di lokasi masing-masing pada awal Oktober 2026.
Ahmad mengatakan, penempatan akan dilakukan setelah proses konfirmasi lokasi melalui offering letter rampung.
"Diharapkan nanti di awal Oktober mereka sudah secara aktif ditempatkan pada titik-titik lokasi yang sudah disepakati bersama karena sudah didasarkan pada offering letter yang mereka sudah isi," ujarnya.
Tonton: APBN 2027 Disahkan DPR, Ini Anggaran dan Target Ekonomi Indonesia
Nasib calon manajer yang tidak mengisi offering letter
Sementara itu, Kemenkop belum menentukan langkah terhadap calon manajer yang tidak mengisi atau tidak menandatangani offering letter hingga batas waktu yang ditetapkan.
Ahmad mengatakan pemerintah masih menunggu hasil akhir proses pengisian dokumen tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
"Saya kira nanti akan ada penjelasan berikutnya setelah hasil nanti akhir dari proses offering letter ini sudah disampaikan. Nanti kemudian kita akan ambil beberapa langkah-langkah yang diperlukan," katanya.
Dengan demikian, Kemenkop masih akan mengevaluasi hasil akhir konfirmasi penempatan sebelum menentukan kebijakan terhadap calon manajer yang belum memberikan kesediaan.
Gaji Manajer Kopdes
SK pengangkatan manajer Kopdes Merah Putih juga menjelaskan besaran gaji yang bakal diperoleh. Pemerintah memastikan besaran gaji manajer Kopdes Merah Putih sekitar upah minimum provinsi (UMP) di masing-masing provinsi.
Untuk menghitung besaran gaji manajer Kopdes Merah Putih, berikut daftar UMP 2026 di seluruh provinsi:
| Provinsi | UMP 2026 (Rp) | Kenaikan (%) | UMP 2025 (Rp) |
|---|---|---|---|
| DKI Jakarta | 5.729.876 | 6,17% | 5.396.760 |
| Papua Selatan | 4.508.850 | 5,20% | 4.285.850 |
| Papua | 4.436.283 | 3,51% | 4.285.850 |
| Papua Tengah | 4.295.848 | 0,23% | 4.285.848 |
| Bangka Belitung | 4.035.000 | 4,09% | 3.876.600 |
| Sulawesi Utara | 4.002.630 | 6,02% | 3.775.425 |
| Sumatera Selatan | 3.942.963 | 7,10% | 3.681.571 |
| Sulawesi Selatan | 3.921.088 | 7,21% | 3.657.527 |
| Kepulauan Riau | 3.879.520 | 7,06% | 3.623.653 |
| Papua Barat | 3.840.947 | 6,25% | 3.615.000 |
| Riau | 3.780.495 | 7,74% | 3.508.775 |
| Kalimantan Utara | 3.770.000 | 5,30% | 3.580.160 |
| Papua Barat Daya | 3.766.000 | 4,21% | 3.614.000 |
| Kalimantan Timur | 3.759.313 | 5,03% | 3.579.313 |
| Kalimantan Selatan | 3.686.138 | 12,29% | 3.282.812 |
| Kalimantan Tengah | 3.686.138 | 6,12% | 3.473.621 |
| Maluku Utara | 3.552.840 | 4,24% | 3.408.000 |
| Jambi | 3.471.497 | 7,32% | 3.234.533 |
| Gorontalo | 3.405.144 | 5,69% | 3.221.731 |
| Maluku | 3.334.499 | 6,15% | 3.141.699 |
| Sulawesi Barat | 3.315.935 | 6,81% | 3.104.430 |
| Sulawesi Tenggara | 3.306.496 | 7,58% | 3.073.551 |
| Sumatera Utara | 3.228.701 | 7,89% | 2.992.599 |
| Sumatera Barat | 3.214.846 | 7,37% | 2.994.193 |
| Bali | 3.207.459 | 7,04% | 2.996.560 |
| Sulawesi Tengah | 3.179.565 | 9,09% | 2.914.583 |
| Banten | 3.100.881 | 6,74% | 2.905.119 |
| Kalimantan Barat | 3.054.552 | 6,12% | 2.878.286 |
| Lampung | 3.047.734 | 5,35% | 2.893.069 |
| Bengkulu | 2.827.250 | 5,89% | 2.670.039 |
| Nusa Tenggara Barat (NTB) | 2.673.861 | 2,73% | 2.602.931 |
| Nusa Tenggara Timur (NTT) | 2.455.898 | 5,45% | 2.328.969 |
| Jawa Timur | 2.446.880 | 6,11% | 2.305.984 |
| DI Yogyakarta | 2.417.495 | 6,78% | 2.264.080 |
| Jawa Tengah | 2.327.386,07 | 7,29% | 2.169.348 |
| Jawa Barat | 2.317.601 | 5,77% | 2.191.232 |
Sebagian artikel telah tayang di https://money.kompas.com/read/2026/09/29/050500226/ini-alasan-penempatan-manajer-kopdes-tak-sesuai-domisili?page=all#page2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














