kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Modernisasi Hercules, Menhan Dorong Kemandirian MRO Pesawat TNI AU


Rabu, 19 Agustus 2026 / 15:27 WIB
Modernisasi Hercules, Menhan Dorong Kemandirian MRO Pesawat TNI AU
ILUSTRASI. Raker Pembahasan RUU TNI (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mendorong peningkatan kemampuan industri pertahanan dan kedirgantaraan nasional dalam mendukung pemeliharaan armada transportasi TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Menurut Sjafrie, modernisasi pesawat C-130 Hercules yang kini dapat dilakukan di dalam negeri menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kemandirian Indonesia dalam pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Ia menyebut, pengerjaan modernisasi C-130 Hercules yang dilakukan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menjadi salah satu tonggak penting karena sebelumnya Indonesia masih mendapatkan dukungan dari Lockheed Martin.

Baca Juga: Menhan: MRO Hercules di Kertajati Utamakan Kemampuan Industri Dalam Negeri

"Hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara C-130 merupakan tahun yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi yang dimiliki oleh TNI AU," ujar Sjafrie dalam acara serah terima modernisasi C-130 Hercules A-1319 di Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Sjafrie mengatakan, kemampuan tersebut tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga pengawakan serta dukungan peralatan dan material. Menurut dia, peningkatan kemampuan industri dalam negeri akan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan nasional.

Ia menambahkan, pemerintah ingin pemeliharaan pesawat transportasi TNI AU ke depan semakin banyak dilakukan oleh tenaga teknis dalam negeri yang telah dipersiapkan.

"Pemeliharaan pesawat transportasi milik angkatan udara tidak hanya C-130, tapi juga kepada pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara yang lain itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan," jelasnya.

Dalam pengembangan industri kedirgantaraan nasional, Sjafrie juga menyebut peran PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan semakin diperkuat. Ia mengatakan, pada tahun depan pemerintah akan melihat hasil modernisasi pesawat transportasi yang dilakukan oleh PTDI.

"Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI," ungkap Sjafrie.

Selain memperkuat kemampuan MRO (maintenance, repair and overhaul) dalam negeri, Kemenhan juga menyiapkan pemanfaatan aset negara untuk mendukung kebutuhan pemeliharaan dan penyimpanan armada TNI AU.

Sjafrie mengatakan, aset negara yang ditugaskan kepada Kemenhan di Kertajati, Jawa Barat, akan diberdayakan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan sekaligus menjadi pangkalan penyimpanan pesawat.

"Nanti kita gunakan untuk kepentingan pemeliharaan, kemudian juga kita gunakan untuk sebagai pangkalan penyimpanan pesawat, baik itu transport maupun pesawat tempur," katanya.

Langkah tersebut disiapkan seiring dengan rencana peningkatan jumlah armada TNI AU. Menurut Sjafrie, Indonesia ke depan akan memiliki jumlah pesawat transportasi dan pesawat tempur yang lebih besar sehingga kebutuhan fasilitas pemeliharaan dan penyimpanan juga akan meningkat.

"Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar," ujar dia.

Sjafrie menilai penguatan ekosistem industri pertahanan dan kedirgantaraan dalam negeri menjadi bagian dari strategi makro pembangunan kekuatan pertahanan. 

Kolaborasi antara Kemenhan, TNI AU, GMF, PTDI, serta pelaku industri terkait akan terus didorong untuk meningkatkan kemampuan nasional dalam menopang kebutuhan alutsista.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan membuat Indonesia tidak hanya menjadi pengguna alutsista, tetapi juga semakin mampu melakukan pemeliharaan dan modernisasi armada secara mandiri di dalam negeri. 

Baca Juga: Daftar Kebijakan BI untuk Stabilkan Rupiah hingga Dorong Kredit dan Ekonomi Digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×