kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Bahana Sekuritas menilai BI perlu pangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps


Selasa, 18 Februari 2020 / 18:36 WIB
ILUSTRASI. Logo BAHANA Sekuritas. KONTAN/Daniel Prabowo/26/07/2018


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

Selain faktor tersebut, ada juga sinyal pelemahan investasi yang tercermin dari aktivitas manufaktur dalam negeri menurut IHS Markit yang masih berada di bawah level ekspansif (di bawah 50,0).

Ini terbukti dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada di level 49,3 pada Januari 2020.

Baca Juga: Bank Indonesia gelar Rapat Dewan Gubernur di tengah pekan, ini proyeksi analis

Selain sinyal dari pelemahan investasi, konsumsi Indonesia juga terancam menurun yang disebabkan oleh kepercayaan konsumen yang melemah serta prospek pengeluaran untuk bepergian yang terbatas.

Dalam mengatasi tantangan dalam bidang ekonomi tersebut, selain lewat kebijakan moneter, Bahana Sekuritas juga mengimbau agar pemerintah hadir dengan insentif fiskal seperti mengurangi harga tiket pesawat.

"Ini untuk mendorong sektor pariwisata dalam negeri dan merangsang ekonomi lokal," tambah Satria.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan untuk menyesuaikan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk menjaga daya beli dan menstimulus konsumsi, serta insentif di bidang lain yang memberi efek multiplier bagi pertumbuhan ekonomi seperti properti dan perumahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×