kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bappenas: SDGs Jadi Strategi Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia


Rabu, 22 Juli 2026 / 15:59 WIB
Bappenas: SDGs Jadi Strategi Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia
ILUSTRASI. Wakil Kelapa Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Untuk itu, pemerintah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam berbagai kebijakan, mulai dari hilirisasi industri, ketahanan pangan, hingga transisi energi.

Baca Juga: PFII Bisa Tarik FDI &Dana Portofolio Masuk, Asal Pemerintah Cepat Manfaatkan Momentum

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan, pembangunan berkelanjutan kini bukan lagi sekadar agenda perlindungan lingkungan.

Menurutnya, keberlanjutan telah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global.

"Keberlanjutan telah berkembang menjadi salah satu sumber utama daya saing jangka panjang. Keberlanjutan bukanlah tentang memperlambat pembangunan. Keberlanjutan adalah tentang peningkatan kualitas pembangunan," ujar Febrian dalam sesi Policy Making for Sustainability: Indonesia's Pathway to Inclusive and Competitive Growth pada Lestari Summit 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Febrian menjelaskan, implementasi SDGs diwujudkan melalui sejumlah kebijakan strategis di berbagai sektor.

Baca Juga: CORE: Polemik Pengadaan 22.000 Motor Listrik BGN Cerminkan Lemahnya Perencanaan

Di sektor industri, pemerintah mempercepat program hilirisasi agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah melalui penguatan ekosistem industri dan penguasaan teknologi.

Di sektor pangan, pemerintah mengembangkan sistem pangan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, menjaga kelestarian ekosistem, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, di sektor energi, transisi energi diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Menurut Febrian, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi pilar penting dalam pencapaian SDGs.

Baca Juga: CORE: Mundurnya Kepala BGN Jadi Momentum Benahi Tata Kelola Program MBG

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan vokasi, pengembangan talenta digital, serta pemanfaatan teknologi dan data dalam proses perencanaan pembangunan guna meningkatkan daya saing nasional.

Ia menegaskan, tantangan pembangunan saat ini bukan lagi mempertentangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

"Yang menjadi tantangan adalah bagaimana keduanya berjalan beriringan sehingga mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," katanya.

Febrian menambahkan, keberhasilan implementasi SDGs tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan lembaga pembiayaan menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×