kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Aturan Turunan APBN 2026 Belum Lengkap, Belanja Negara Berisiko Tertahan Awal Tahun


Kamis, 08 Januari 2026 / 10:13 WIB
Aturan Turunan APBN 2026 Belum Lengkap, Belanja Negara Berisiko Tertahan Awal Tahun
APBN defisit Rp560,3 triliun per November (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A). Kepastian hukum pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi sorotan menyusul lambatnya penerbitan aturan turunan.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman.

Menurutnya, tanpa payung hukum yang lengkap, legitimasi penggunaan anggaran menjadi lemah dan berpotensi menimbulkan persoalan akuntabilitas.

Dari sisi teknis, ketidakjelasan ini mendorong pejabat pengelola keuangan bersikap sangat hati-hati untuk menghindari risiko hukum, sehingga belanja program berpotensi tertahan.

Baca Juga: UU APBN 2026 Belum Terbit, Belanja Awal Tahun Berisiko Terancam

Rizal mengingatkan, meski pemerintah dapat membatasi belanja pada pos-pos wajib dalam kerangka pagu sementara, kebijakan tersebut bersifat sementara.

Risiko lain yang mengemuka adalah kembali rendahnya realisasi belanja pada kuartal pertama, padahal pemerintah ingin mendorong belanja sejak awal tahun untuk menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Dari sisi politik anggaran, kondisi ini mencerminkan belum optimalnya sinkronisasi antara keputusan DPR dan kesiapan teknokratis pemerintah, yang pada akhirnya dapat menggerus kredibilitas APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal.

Selanjutnya: Gunung Marapi Meletus, Masyarakat Diminta Waspadai Banjir Lahar

Menarik Dibaca: 8 Promo Kuliner Favorit Hari Ini 8 Januari 2026, KFC hingga HokBen Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×