kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Ekonomi Indonesia: Belanja Negara Rp 809 Triliun Dorong Pertumbuhan Kuartal I-2026


Sabtu, 14 Februari 2026 / 21:08 WIB
Ekonomi Indonesia: Belanja Negara Rp 809 Triliun Dorong Pertumbuhan Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (KONTAN/Kontan)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan realisasi belanja negara akan mencapai Rp 809 triliun pada kuartal I 2026 atau mencapai 21,05% dari pagu tahun ini Rp 3.842,7 triliun.

Adapun realisasi belanja tersebut lebih tinggi 23,33% dari kuartal I 2025 yang mencapai Rp 620,3 triliun.

“Belanja negara pada kuartal I 2026 ini akan mencapai Rp 809 triliun,” tutur Purbaya dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).

Purbaya menyebut, pihaknya akan menggelontorkan belanja negara yang lebih tinggi di awal tahun untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan.

Baca Juga: Realisasi Belanja Negara per Agustus 2025 Capai Rp 1.960,3 Triliun, 55,6% dari Pagu

Sejalan dengan itu, untuk menggelontorkan anggaran belanja yang maksimal, pihaknya juga memastikan pengumpulan penerimaan pajak, dan pendapatan lainnya akan lebih baik.

Lebih lanjut, untuk tahun ini, ia juga memperkirakan kondisi fiskal akan tetap ekspansif, dengan pendapatan negara yang ditargetkan Rp 3.153,6 triliun, atau  naik 9,8% dari outlook 2025.

Sebelumnya, Purbaya memang berencana menggenjot belanja negara lebih tinggi pada awal tahun. Hal ini untuk mengubah kebiasaan realisasi belanja yang biasanya baru dikebut pada akhir tahun.

Baca Juga: Wamenkeu Akui Realisasi Belanja Negara Masih Lambat hingga September 2025

Sejalan dengan itu, Pemerintah akan mempercepat realisasi belanja negara pada awal tahun guna mendorong konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi.

Purbaya menyebut akan aktif memonitor penyerapan belanja di Kementerian/Lembaga agar tetap sasaran dan dibelanjakan tepat waktu.

“Kami akan monitor belanja kementerian dan lembaga. Saya pastikan juga uang di sistem cukup dan kerja sama dengan bank sentral untuk memastikan masyarakat bisa belanja,” ujar Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Proyeksi Realisasi Belanja Negara Kuartal I 2026 Terserap Rp 890 Triliun

Selanjutnya: Kemenhub Jamin Kelancaran Mudik 2026: Diskon Tiket dan Mudik Gratis Menanti

Menarik Dibaca: 724.965 Tiket Kereta Api Terjual untuk Periode Libur Panjang Imlek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×