kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kinerja Ekspor: Indonesia Bidik Kenaikan 10 Kali Lipat dalam Satu Dekade


Sabtu, 14 Februari 2026 / 21:26 WIB
Kinerja Ekspor: Indonesia Bidik Kenaikan 10 Kali Lipat dalam Satu Dekade
ILUSTRASI. Proses Memasukkan Benang ke dalam Sisir Tenun di pabrik PT Trisula Textile Industries Tbk (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan, dengan dibukanya pangsa ekspor ke banyak negara, kinerja ekspor Indonesia diperkirakan meningkat.

“Dengan dibukanya ekspor ke banyak negara, di ekspor tekstil saja kalau kita buka semua, dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali lipat,” tutur Airlangga dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (12/2/2026).

Nah dengan meningkatnya kinerja ekspor tersebut, Airlangga optimistis kesempatan dan peluang kerja akan semakin banyak. Hal ini sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja perusahaan karena meningkatnya jumlah orderan.

Sejalan dengan itu, kinerja investasi juga diperkriakan dapat meningkat. Nah untuk mendorong investasi tersebut, birokrasi sederhana bagi dunia usaha terus dipermudah, juga penegakan hukum ditingkatan.

Baca Juga: CEO Danantara Rosan Masih Kaji Opsi Pembentukan BUMN Baru di Sektor Tekstil

Sebagai gambaran, Indonesia telah menyelesaikan dua kesepakatan penting di sektor perdagangan internasional, yakni masing-masing dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang diharapkan akan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekspor nasional, stabilitas industri padat karya, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Sebelumnya, Airlangga menyebut, Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan substansial melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Perjanjian tersebut mencakup penghapusan bea masuk terhadap lebih dari 90% produk ekspor Indonesia ke Eropa. Dengan diberlakukannya tarif 0%, produk nasional akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat di pasar Eropa.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Temui Pengusaha Garmen dan Tekstil, Apa yang Dibahas?

Indonesia dan Uni Eropa juga bersepakat untuk mempercepat proses ratifikasi agar dapat berlaku efektif dalam waktu satu tahun. Dengan adanya perjanjian strategis tersebut, Pemerintah menargetkan peningkatan ekspor ke Eropa dapat mencapai hingga USD60 miliar dalam 8 tahun ke depan.

Dengan Amerika Serikat, Indonesia mengambil langkah strategis dengan menawarkan pembelian langsung komoditas utama AS, seperti energi dan produk pertanian. Menurut Menko Airlangga, langkah tersebut lebih efektif dibanding skema penurunan tarif bertahap karena mampu memberikan dampak terhadap neraca perdagangan dalam waktu singkat.

Melalui pembelian langsung, Indonesia mendapat keunggulan kompetitif dibanding negara lain di Kawasan, khususnya di sektor tekstil dan alas kaki yang selama ini menjadi tulang punggung industri padat karya.

Baca Juga: Tanpa BMAD, Kalangan Pengusaha Optimistis Industri Tekstil Lebih Kompetitif

Selanjutnya: Ekonomi Indonesia: Belanja Negara Rp 809 Triliun Dorong Pertumbuhan Kuartal I-2026

Menarik Dibaca: 724.965 Tiket Kereta Api Terjual untuk Periode Libur Panjang Imlek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×