kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Atasi defisit perdagangan, pemerintah atur tata niaga impor


Kamis, 06 September 2018 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Abdul Basith | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan memperbaiki tata niaga impor untuk mengatasi defisit neraca dagang Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah mengatur beberapa komoditas yang wajib impor melalui Pusat Logistik Berikat (PLB).

Selain itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengajak importir untuk mengatur ulang jadwal impor. Hal itu untuk tidak membebani impor sehingga tidak terjadi defisit.

"Para importir saya hubungi satu per satu yang besar kemudian mereka kami ajak bicara rescheduling mereka untuk impornya," ujar Enggartiasto usai menutup acara The 2nd International Conference in Trade, Kamis (6/9).

Ia menekankan, pihaknya tidak melarang pengusaha untuk melakukan impor. Impor bahan baku dan modal tetap sesuai jadwal yang ada.

Upaya menekan impor akan berjalan dengan baik. Pasalnya aturan pajak penghasilan (PPh) impor pun akan mulai berlaku minggu depan. "Jadi nanti di Oktober atau September sudah mulai sedikit keliatan," terang Enggartiasto.

Dampak aturan tersebut memang akan menurunkan impor. Berdasarkan perkiraan, Enggartiasto mengatakan, impor Indonesia akan turun sebesar 2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×