kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Anggaran K/L 2025 Dinilai Belum Cukup untuk Stimulus Perekonomian


Rabu, 18 September 2024 / 19:04 WIB
Anggaran K/L 2025 Dinilai Belum Cukup untuk Stimulus Perekonomian
ILUSTRASI. Bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/2/2024). Anggaran kementerian/Lembaga pada RAPBN 2025 dinilai belum mencerminkan adanya stimulus untuk perekonomian.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Anggaran kementerian/Lembaga yang dirancang pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 dinilai belum mencerminkan adanya stimulus untuk perekonomian.

Untuk diketahui, pemerintah merencanakan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 1.160,08 triliun dalam RAPBN 2025.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyampaikan, anggaran K/L paling besar adalah anggaran Kementerian pertahanan yang dirancang sebesar Rp 166,26 triliun.

Baca Juga: Anggaran Kementerian PUPR Tahun 2025 Mencapai Rp 116,23 Triliun, Ini Rinciannya

“Kalau dilihat komposisinya masih tetap heavy untuk anggaran pertahanan ya. Jadi masih belum tercermin adanya stimulus terhadap perekonomian,” tutur Bhima kepada Kontan, Rabu (18/9).

Meskipun tahun depan terdapat program makan bergizi gratis yang rencananya dianggarkan Rp 71 triliun, namun Bhima menyebut, kontribusinya ke konsumsi rumah tangga cukup kecil, hanya sekitar 0,1% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Agar dampaknya lebih terasa ke perekonomian, setidaknya pemerintah harus menambah anggaran yang jauh lebih besar. Misalnya pada Kementerian ESDM di bidang energi baru terbarukan, dan Kementerian PUPR yang diharapkan ditingkatkan dua kali lipat, untuk pembangunan irigasi, serta peningkatan infrastruktur produktivitas pertanian.

Baca Juga: Pasca Pensiun dari Menteri PUPR, Basuki Berencana Mengajar

“Kalau yang sekarang masih sangat moderat. Kelihatannya masih belum ada dorongan atau gebrakan yang berarti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi belanja pemerintah tahun depan,” jelasnya.

Berikut anggaran K/L dengan anggaran terbesar pada tahun depan:

1. Kementerian Pertahanan sebesar Rp 166,26 triliun, lebih tinggi dari RAPBN 2025 sebesar Rp 165,2 triliun.

2. Polri sebesar Rp 126 triliun, atau tidak berubah.

3. Kementerian PUPR sebesar  Rp 116,22 triliun (RAPBN 2025: Rp 75,6 triliun)

4. Kementerian Kesehatan sebesar Rp 105,64 triliun (RAPBN 2025: 90,6 triliun)

Baca Juga: Bertemu Prabowo, Thomas Pastikan Tak Ada Tawaran Kursi Menteri ke Sri Mulyani

5. Kemendikbud Ristek sebesar Rp 93,60 triliun (RAPBN 2025: Rp 83,2 triliun)

6. Kementerian Sosial sebesar Rp 79,58 triliun (RAPBN 2025: Rp 77,2 triliun)

7. Kementerian Agama sebesar Rp 79,16 triliun (RAPBN 2025: Rp 78 triliun)

8. Badan Gizi Nasional sebesar Rp 71 triliun

9. Kementerian Keuangan sebesar Rp 53,19 triliun (RAPBN 2025: 53,2 triliun)

10. Kementerian Perhubungan sebesar Rp 31,4 triliun (RAPBN 2025: Rp 24,8 triliun).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×