kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

6 Juta Data NPWP Diduga Bocor, Ada Jokowi Hingga Sri Mulyani


Rabu, 18 September 2024 / 23:35 WIB
6 Juta Data NPWP Diduga Bocor, Ada Jokowi Hingga Sri Mulyani
ILUSTRASI. KTP dan NPWP. Media sosial tengah ramai perbincangkan terkait bocornya data Wajib Pajak berupa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Media sosial tengah ramai memperbincangkan terkait bocornya data Wajib Pajak berupa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari sejumlah toko penting.

Laporan kebocoran data ini pertama kali diungkap oleh akun X, Teguh Aprianto dengan akun @secgron. Teguh sendiri bukan merupakan orang sembarangan. Pasalnya, dirinya merupakan konsultan keamanan siber yang berbasis di Jakarta.

"Sebanyak 6 juta data NPWP diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp 150 juta. Data yang bocor di antaranya NIK, NPWP, alamat, no Hp, email, dll," tulis Teguh dalam akun X pribadinya, dikutip Rabu (18/9).

Baca Juga: Banyak Telepon Mengganggu? Ini 3 Cara Mencegah PanggilanSpam atau Tidak Dikenal

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terdapat sejumlah data yang bocor dari sejumlah toko penting. Mulai dari Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hingga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Kemudian ada juga anak buah Sri Mulyani, yakni Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani dan Stafsus Yustinus Prastowo.

Adapun data-data tersebut dibocorkan oleh hacker Bjorka yang saat itu juga menyerang data-data masyarakat Indonesia pada 2022 lalu.

Baca Juga: Kominfo Buka Suara Soal Kebocoran Data BPJS Ketenagakerjaan

Menanggapi hal tersebut, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Dwi Astuti mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mendalami terkait informasi kebocoran data yang beredar tersebut.

"Terkait dengan informasi kebocoran data yang beredar, saat ini tim teknis DJP sedang melakukan pendalaman," kata Dwi kepada Kontan.co.id, Rabu (18/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×