kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Anggaran Kementerian/Lembaga 2025 Dipangkas, DPR: Bisa Ditambah Jika Diperlukan


Kamis, 13 Februari 2025 / 18:18 WIB
Anggaran Kementerian/Lembaga 2025 Dipangkas, DPR: Bisa Ditambah Jika Diperlukan
ILUSTRASI. Petugas menata uang?di cash center BNI, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Ketua DPR RI Puan Maharani mewanti-wanti pemerintah untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara efektif dan efisien di tengah ketidakpastian global. Koordinasi antara otoritas moneter, fiskal dan sektor keuangan harus diperkuat agar bisa menciptakan perekonomian nasional yang kondusif. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penghematan besar-besaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 306 Triliun.

Kendati begitu, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Wihadi Wijanto mengatakan bahwa anggaran tersebut bersifat diblokir sementara sambil menunggu evaluasi terhadap efektivitas program-prigram yang dijalankan oleh Kementerian/Lembaga terkait.

Apabila terdapat program yang berjalan namun ternyata kebutuhan anggarannya tidak mencukupi, maka K/L tersebut dapat mengajukan penambahan anggarann kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Baca Juga: Ada Rekonstruksi, Sri Mulyani Pastikan Efisiensi Anggaran Tetap Rp 306,69 Triliun

"Pada saat nanti apabila program itu dianggap bahwa dibutuhkan untuk adanya satu keberlangsungan daripada  program itu dan ternyata kurang, maka bisa dikomunikasikan kembali kepada Menkeu apakah program ini bisa diberikan penambahan atau tidak," ujar Wihadi kepada awak media di Gedung DPR, Kamis (13/2).

Wihadi mengatakan, kebijakan ini mirip dengan Automatic Adjustment (AA) yang diberlakukan pemerintah pada tahun sebelumnya. 

"Ini harus jelas dulu, harus clear dulu. Jadi sebenarnya program ini kan sama dengan AA yang dilakukan Menkeu pada saat era Presiden Jokowi," katanya.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kebijakan Efisiensi Jadi Acuan Penyusunan Anggaran K/L di 2026

Ia menjelaskan, efisiensi anggaran ini akan diperuntukkan untuk program-program Quick Win yang sudah ditentukan oleh Prabowo. Pasalnya, program-program tersebut akan terdapat tambahan anggaran dari pagu yang sudah ditetapkan dalam APBN 2024.

"Itu nanti Rp 306 triliun itu nanti kan ada program-program Quick Win Prabowo, yang seperti misalnya pembangunan perbaikan sekolah-sekolah. Itu kan tentunya juga akan ada penambahan di situ," katanya.

Nantinya, hasil efisiensi anggaran tersebut akan masuk di Bendahara Umum Negara (BUN) untuk kemudian bisa didistrubusikan kepada program-program yang membutuhkan penambahan anggaran.

"Itu nanti masuk dulu di BUN. Baru nanti setelah itu didistribusikan dilihat daripada mana anggaran-anggaran yang memang membutuhkan penambahan dari anggaran itu," imbuh Wihadi.

Baca Juga: Sri Mulyani Beri Sinyal Efisiensi Anggaran Bakal Berlanjut di 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media
Tag

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×