Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Penghematan atau pemotongan anggaran Kementerian dan Lembaga sesuai dengan instruksi Presiden turut menyasar sektor infrastruktur. Walhasil, anggaran untuk proyek tahun jamak atau multi years menjadi salah satu sasarannya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah memetakan beberapa proyek tahun jamak yang harus dilakukan rekomposisi anggaran. Dengan adanya rekomposisi tersebut, proyek infrastruktur yang telah direncanakan tahun ini dilakukan pengurangan pengadaannya atau digeser implementasinya ke tahun depan.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, ada sembilan kreteria penghematan atau pemotongan anggaran.
Pertama, perjalanan dinas dan peket meeting. Kedua, langganan daya dan jasa, Ketiga, honorarium tum atau kegiatan. Keempat, biaya rapat, iklan dan operasional perkantoran. Kelima, pembangunan gedung kantor.
Enam, pengadaan kendaraan dinas atau operasional. Tujuh, sisa dana lelang atau swakelola. Delapan Anggaran dari kegiatan yang belum kontrak. Sembilan, Kegiatan yang tidak mendesak dan dapat dilanjutkan atau carry over ke tahun berikutnya.
Sekadar catatan, penghematan anggaran dari Kemhub untuk APBN-P tahun ini mencapai Rp 3,7 triliun. Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya adalah penghematan program. "Dari Rp 3,7 triliun itu, sekitar Rp 1,7 triliun dari program," kata Jonan, Senin (13/6).
Beberapa proyek yang telah masuk kedalam daftar penghematan dari proyek tahun jamak antara lain, pengadaan kapal, pembangunan asrama, pembangunan gedung perkantoran, rehabilitasi terminal, pembangunan menara suar dan pengadaan bus.
Walau terjadi rekomposisi anggaran terhadap proyek infrastruktur tahun jamak, namun hal tersebut tidak akan mengganggu waktu penyelesaiannya. Pasalnya, rekomposisi tersebut hanya menggeser alokasi anggaran saja, bila pada tahun depan ada alokasi lebih maka dapat dikucurkan lebih di proyek tersebut.
Sekertaris Jenderal Kementerian PU-Pera, Taufik Widjodjono mengatakan, meski tidak dapat merinci proyek tahun jamak yang dilakukan rekomposisi namun yang pasti salah satu contohnya adalah pembangunan jalan.
Menurut Taufik, bila alokasi dana yang dibutuhkan untuk proyek tahun jamak kurang maka tidak mustahil penyelesaiannya molor. "Bisa diperpanjang, tetapai tidak perlu ada tender lagi," kata Taufik.
Penghematan anggaran di Kementerian PU-Pera pada APBN-P tahun ini mencapai 7,007 triliun. Dengan demikian Pagu Kementerian PU-Pera tahun ini akan menyusut dari Rp 104,08 triliun menjadi Rp 97,07 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













