Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pengelolaan anggaran tahun ini bakal difokuskan untuk memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat. Dari total alokasi anggaran yang diterima, sebesar 93% di antaranya dialokasikan untuk bantuan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana meluruskan informasi mengenai besaran anggaran yang dikelola lembaganya. Merujuk pada Undang-Undang APBN, BGN mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 268 triliun, bukan Rp 335 triliun sebagaimana kabar yang beredar di publik.
"Anggaran berbasis undang-undang APBN, BGN mendapatkan anggaran sebesar Rp 268 triliun. Jadi kalau ada yang menyampaikan bahwa kita memiliki anggaran Rp 335 triliun itu tidak benar," tegasnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Ekonom: Percepat Ekosistem Bus Listrik Nasional Bisa Jadi Solusi Hadapi Krisis Energi
Adapun selisih angka Rp 335 triliun tersebut sejatinya berasal dari Dana Standby BA BUN (Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara) sebesar Rp 67 triliun. Dana tersebut merupakan kebijakan presiden yang disiapkan sebagai dana cadangan.
Dadan memerinci, sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Dari total Rp 249 triliun (yang merupakan 93% dari anggaran BGN), sebanyak 70% digunakan untuk membeli bahan baku dari produsen lokal.
"Dari Rp 249 triliun sebanyak 70% digunakan untuk membeli bahan baku. Sehingga itu menguntungkan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan lain-lain," jelasnya.
Dadan meyakini, strategi ini diharapkan mampu menjadikan program MBG sebagai instrumen penguatan ekonomi daerah melalui penyerapan produk lokal.
Baca Juga: Krisis Energi di Depan Mata, Subsidi Transportasi Publik Rp 1 Perlu Direalisasikan
Sementara itu, sebanyak 20% anggaran dialokasikan untuk biaya operasional, seperti listrik, sewa kendaraan, hingga gaji relawan. Hingga saat ini, BGN mencatat sudah ada lebih dari 1,2 juta relawan SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dengan penghasilan antara Rp 2,4 juta hingga Rp 3,2 juta per bulan.
"Mayoritas anggaran kami langsung disalurkan untuk program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













