kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Anggaran Bencana Rp 60 Triliun Cukup, Menkeu Pastikan MBG Tak Terganggu


Minggu, 28 Desember 2025 / 14:36 WIB
Anggaran Bencana Rp 60 Triliun Cukup, Menkeu Pastikan MBG Tak Terganggu
ILUSTRASI. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat jumpa pers APBNKita (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 triliun untuk penanganan bencana di wilayah Sumatra.

Ia menegaskan, anggaran tersebut mencukupi sehingga tidak diperlukan realokasi dari program lain, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anggaran bencana itu cukup, dananya Rp 60 triliun. Jadi tidak perlu memindahkan anggaran MBG,” ujar Purbaya saat ditemui di Kejaksaan Agung, Jumat (26/12/2026).

Baca Juga: Meski Ekspansif, Hal Ini Jadi Penentu Berhasil Tidaknya APBN 2026 Dorong Ekonomi

Purbaya menjelaskan, usulan tambahan anggaran penanganan bencana yang masuk saat ini hanya sekitar Rp 51 triliun, atau masih di bawah pagu yang telah disiapkan pemerintah.

“Jadi sebenarnya cukup. Kami tidak akan mengganggu program MBG,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons usulan dari DPR terkait kemungkinan pengalihan anggaran MBG, khususnya yang tetap berjalan selama masa libur sekolah Desember hingga awal Januari 2026.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengusulkan agar pelaksanaan MBG di masa libur sekolah dievaluasi.

Menurutnya, anggaran MBG pada periode tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti membantu korban bencana di Sumatra.

“Alih-alih memaksakan program di masa yang kurang relevan, bukankah lebih bijak bila anggaran tersebut dialihkan untuk merespons kebutuhan mendesak lainnya?” kata Charles kepada wartawan, Senin (22/12/2025).

Baca Juga: Penerimaan Negara 2026 Bertumpu pada Pajak, Perluasan Basis Pajak Mendesak Dilakukan

Ia menilai, selain untuk korban bencana, anggaran tersebut juga dapat digunakan untuk memperkuat fasilitas kesehatan atau mendukung pemulihan gizi di wilayah dengan tingkat stunting akut.

Charles menegaskan, dirinya tetap menghargai komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan program MBG.

Namun, ia menilai penyaluran MBG saat libur sekolah kurang efektif karena peran orang tua dalam pemenuhan gizi anak justru lebih dominan pada periode tersebut.

“Pada masa libur sekolah, orang tua punya waktu lebih banyak untuk menyiapkan makanan bergizi di rumah. Apalagi jika yang disalurkan adalah makanan olahan dengan kandungan gizi rendah, efektivitas program ini patut dipertanyakan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×