kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.006   23,00   0,13%
  • IDX 6.211   14,34   0,23%
  • KOMPAS100 812   0,43   0,05%
  • LQ45 615   0,59   0,10%
  • ISSI 215   0,65   0,30%
  • IDX30 346   0,13   0,04%
  • IDXHIDIV20 428   -0,68   -0,16%
  • IDX80 93   0,06   0,06%
  • IDXV30 117   -0,27   -0,23%
  • IDXQ30 111   -0,11   -0,10%

Analis Global Soroti Mundurnya Perry Warjiyo, Independensi BI Jadi Perhatian Utama


Senin, 27 Juli 2026 / 09:44 WIB
Analis Global Soroti Mundurnya Perry Warjiyo, Independensi BI Jadi Perhatian Utama
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo (KONTAN/Bidara Pink)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) secara mendadak memicu perhatian para analis global.

Mereka menilai pergantian kepemimpinan bank sentral di tengah masa jabatan berpotensi meningkatkan ketidakpastian kebijakan moneter serta memunculkan kembali kekhawatiran mengenai independensi BI.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin (27/7/2026) mengumumkan Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt.) Gubernur BI, sementara Destry menyatakan pengunduran diri Perry dilakukan karena alasan pribadi.

Baca Juga: Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Ekonom: Berpotensi Guncang Rupiah dan Pasar SBN

Pasar menanti gubernur definitif

Melansir Reuters Head of Asia Macro and Investment Strategy BNY Investments Aninda Mitra menilai, pengunduran diri Perry menjadi kejutan bagi pasar dan memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan stabilisasi ekonomi Indonesia.

"Pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo yang tidak terduga mengejutkan pasar dan memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan upaya stabilisasi makroekonomi. Transisi yang sedang berlangsung menegaskan bahwa 'personel adalah kebijakan' dalam transformasi institusi kebijakan makroekonomi Indonesia," ujar Mitra.

Menurutnya, ketidakpastian terbesar saat ini adalah siapa yang akan ditunjuk sebagai Gubernur BI definitif serta bagaimana mandat dan arah kebijakan bank sentral ke depan.

Mitra memperingatkan bahwa hingga ketidakpastian tersebut terjawab, atau jika pemerintah tidak memberikan kejutan positif melalui kebijakan fiskal, premi risiko terhadap rupiah diperkirakan tetap tinggi.

"Kepemimpinan transisi juga berpotensi menghadapi dilema yang lebih besar antara menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas rupiah," tambahnya.

Chief Economist Mandiri Sekuritas Rangga Cipta menyebutkan, pengunduran diri di tengah masa jabatan kemungkinan akan dipersepsikan negatif oleh investor.

"Pengunduran diri di tengah masa jabatan kemungkinan akan dipandang negatif oleh investor karena dapat mengindikasikan adanya ketidakpastian kebijakan. Pertanyaan yang lebih besar adalah mengenai independensi bank sentral, karena masa jabatan yang tetap dirancang untuk melindungi independensi gubernur. Kami menilai pemilihan pengganti akan lebih menentukan arah kebijakan moneter Indonesia dibandingkan pengunduran diri itu sendiri," ujarnya.

Baca Juga: BI Pastikan Pengisian Jabatan Gubernur BI Definitif Ikuti Aturan Undang-Undang

Rupiah berpotensi tertekan dalam jangka pendek

FX Strategist OCBC Christopher Wong memperkirakan, rupiah dapat mengalami pelemahan sesaat sebagai respons awal pasar terhadap perubahan kepemimpinan BI.

"Mungkin akan terjadi pelemahan rupiah dalam jangka pendek karena pasar menilai implikasi perubahan kepemimpinan dan arah kebijakan BI. Namun, pelaksana tugas gubernur kemungkinan tetap mempertahankan fokus BI pada stabilitas, dengan menjaga stabilitas rupiah sebagai prioritas utama," katanya.

Wong menambahkan, apabila proses transisi berlangsung tertib dan komunikasi kebijakan berjalan dengan baik, ketidakpastian tersebut diperkirakan akan mereda secara bertahap.

Baca Juga: Istana: Presiden Belum Ajukan Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo

Destry dinilai bisa menjaga kesinambungan kebijakan

Senior ASEAN Economist OCBC Bank Lavanya Venkateswaran mengatakan, arah pasar akan sangat bergantung pada status penunjukan Destry Damayanti.

"Risiko ke depan bersifat biner. Jika Destry ditetapkan sebagai gubernur permanen, hal itu akan menjadi sinyal positif karena kesinambungan kebijakan tetap terjaga. Sebaliknya, jika penunjukannya hanya sementara, persepsi ketidakpastian dapat terus membayangi dan beban menjaga stabilitas akan berada di tangan gubernur definitif yang ditunjuk kemudian," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Senior Economist DBS Bank Radhika Rao. Menurutnya, Perry Warjiyo memainkan peran penting dalam membawa Indonesia melewati berbagai guncangan ekonomi, mulai dari pandemi Covid-19 hingga krisis di Asia Barat.

"Di bawah kepemimpinan Perry, BI menerapkan kerangka kebijakan yang lebih terintegrasi melalui kombinasi kebijakan suku bunga, pengelolaan likuiditas, intervensi pasar valuta asing, serta koordinasi dengan pemerintah. Serah terima kepemimpinan yang berlangsung cepat akan membantu menjaga kesinambungan kebijakan," kata Rao.

Baca Juga: Bukan Alasan Kesehatan, Ini Penjelasan Istana Soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Independensi BI tetap menjadi sorotan

ASEAN Specialist Aletheia Capital Angus Mackintosh menyebutkan, pasar kemungkinan akan merespons negatif pengunduran diri Perry karena selama ini ia dipandang sebagai sosok yang kredibel dan mampu menjaga stabilitas kebijakan.

Menurut Mackintosh, perhatian investor kini akan tertuju pada sosok yang nantinya ditunjuk sebagai gubernur definitif.

"Jika keponakan Presiden Prabowo, Thomas Djiwandono, masuk sebagai deputi gubernur, pasar kemungkinan akan memandangnya dengan penuh kehati-hatian. Posisi ini merupakan jabatan teknokrat yang sangat penting dan Bank Indonesia harus tetap independen," ujarnya.

Para analis sepakat bahwa faktor penentu bagi sentimen pasar bukan hanya pengunduran diri Perry Warjiyo, melainkan juga proses transisi kepemimpinan, kejelasan arah kebijakan moneter, serta terjaganya independensi Bank Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×