Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Perry Warjiyo menyampaikan tiga kunci utama penopang ketahanan ekonomi Indonesia di hadapan para pejabat lembaga keuangan dan investor global dalam rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington, D.C., Rabu (15/4/2026).
Dalam pertemuan dengan International Monetary Fund, US-ASEAN Business Council, serta sejumlah investor global, Perry menegaskan tiga faktor kunci yang menjadi penopang ketahanan ekonomi Indonesia, yakni kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional.
Pertama, kredibilitas kebijakan dijaga melalui konsistensi dan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara terkoordinasi.
Kedua, kemampuan adaptasi dilakukan dengan terus menyesuaikan kerangka kebijakan seiring perubahan kondisi global yang dinamis. Ketiga, penguatan kerja sama internasional terus didorong, termasuk dengan Amerika Serikat dan negara mitra lainnya.
Baca Juga: Purbaya: RI Tak Butuh Dana IMF, Fiskal Masih Punya Bantalan Rp 420 Ttriliun
Dalam kesempatan tersebut, Perry bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga bertemu dengan pelaku usaha yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce. Pertemuan ini mencerminkan pentingnya interaksi langsung antara pembuat kebijakan dan sektor swasta di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Indonesia dalam forum tersebut menegaskan ketahanan kinerja ekonominya di tengah berbagai krisis global, sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku usaha Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara.
Pada hari yang sama, Perry juga melakukan pertemuan bilateral dengan First Deputy Managing Director IMF, Dan Katz. Pertemuan ini membahas perkembangan geopolitik dan tingginya ketidakpastian global.
Baca Juga: Risiko Energi Global Meningkat, Ini Strategi yang Disarankan Prasasti
Dalam diskusi tersebut, disoroti bahwa risiko global tidak hanya bersumber dari pergerakan harga minyak, tetapi juga potensi dampak rambatan melalui rantai pasok global. Karena itu, kalibrasi kebijakan dinilai perlu tidak hanya berfokus pada indikator yang sudah terlihat, tetapi juga mengantisipasi berbagai risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi.
Sejalan dengan tiga faktor kunci tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi kebijakan internasional serta komunikasi dengan investor global.
"Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan investor global guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, dikutip dari keterangan pers, Kamis (16/4/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bank Indonesia
- Perry Warjiyo
- Purbaya Yudhi Sadewa
- kebijakan moneter
- kebijakan fiskal
- Rantai Pasok Global
- Stabilitas Sistem Keuangan
- Investasi Indonesia
- US Chamber of Commerce
- US-ASEAN Business Council
- risiko global
- ketahanan ekonomi Indonesia
- IMF-World Bank Spring Meetings 2026
- Kemitraan Internasional
- Anton Pitono













