kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Alarm Fiskal Menyala: Beban Bunga Utang RI Terus Membesar


Minggu, 28 Desember 2025 / 04:12 WIB
Alarm Fiskal Menyala: Beban Bunga Utang RI Terus Membesar
ILUSTRASI. Peningkatan beban bunga utang Indonesia dinilai tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh kombinasi faktor struktural yang kini mulai menekan ruang fiskal pemerintah. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Penilaian Bank Dunia

Sebagai catatan, Bank Dunia menilai pembayaran bunga utang Indonesia masih menyerap porsi besar pendapatan negara.

Kondisi ini terjadi meski pembiayaan tergolong longgar dan biaya pinjaman berhasil ditekan.

Penilaian tersebut tercantum dalam laporan Bank Dunia berjudul Fondasi Digital untuk Pertumbuhan edisi Desember 2025.

Laporan itu mencatat rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan mencapai 20,5 persen hingga Oktober 2025.

Tonton: Menko Airlangga Instruksikan WFA di Mall: Demi Dongkrak Penjualan Rp110 Triliun

Tekanan fiskal juga tecermin dari defisit anggaran.

Defisit naik dari 1,4 persen PDB pada Oktober 2024 menjadi 2,0 persen PDB pada Oktober 2025.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Indef Ungkap Faktor-faktor di Balik Membengkaknya Beban Bunga Utang RI"

Selanjutnya: Catat! Ini Kalender 2026 dengan 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama

Menarik Dibaca: AI Membantu Menyusun Tujuan Keuangan 2026 dengan Lebih Mudah dan Realistis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×