kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Alarm Fiskal Menyala: Beban Bunga Utang RI Terus Membesar


Minggu, 28 Desember 2025 / 04:12 WIB
Alarm Fiskal Menyala: Beban Bunga Utang RI Terus Membesar
ILUSTRASI. Peningkatan beban bunga utang Indonesia dinilai tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh kombinasi faktor struktural yang kini mulai menekan ruang fiskal pemerintah. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Penilaian Bank Dunia

Sebagai catatan, Bank Dunia menilai pembayaran bunga utang Indonesia masih menyerap porsi besar pendapatan negara.

Kondisi ini terjadi meski pembiayaan tergolong longgar dan biaya pinjaman berhasil ditekan.

Penilaian tersebut tercantum dalam laporan Bank Dunia berjudul Fondasi Digital untuk Pertumbuhan edisi Desember 2025.

Laporan itu mencatat rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan mencapai 20,5 persen hingga Oktober 2025.

Tonton: Menko Airlangga Instruksikan WFA di Mall: Demi Dongkrak Penjualan Rp110 Triliun

Tekanan fiskal juga tecermin dari defisit anggaran.

Defisit naik dari 1,4 persen PDB pada Oktober 2024 menjadi 2,0 persen PDB pada Oktober 2025.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Indef Ungkap Faktor-faktor di Balik Membengkaknya Beban Bunga Utang RI"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×