kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Potensi Ekonomi Digital RI Tumbuh Capai US$ 100 Miliar pada Tahun 2025


Rabu, 11 Februari 2026 / 17:45 WIB
Potensi Ekonomi Digital RI Tumbuh Capai US$ 100 Miliar pada Tahun 2025
ILUSTRASI. Potensi Ekonomi Digital RI Tumbuh Capai US$ 100 Miliar pada Tahun 2025 (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi digital di dalam negeri diproyeksi terus bertumbuh hingga mencapai US$ 100 miliar atau setara Rp 1.672 triliun pada tahun 2025. 

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira menilai potensi ini menjadikan sektor digital sebagai peluang baru untuk penciptaan lapangan kerja di tanah air. 

"Dari sini ekosistem digital jadi sangat penting, bukan karena ia canggih, tapi karena mampu membuka peluang untuk bekerja bahkan peluang untuk tumbuh," kata Radynal dalam peluncuran Program Training of Trainers Shopee Affiliate, Rabu (11/2/2026). 

Meski masuk sebagai pekerjaan informal, Radynal memproyeksikan pekerjan di sektor digital bisa terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. 

Dalam beberapa hal, pekerjaan di sektor digital juga bisa lebih unggul lantaran memiliki fleksibelitas waktu dan bisa dimulai dengan modal yang lebih kecil. 

"Berbagai peluang inilah yang dapat menjadi alat masyarakat dalam memperbaiki taraf melalui ekonomi digital," ungkap Radynal. 

Baca Juga: Perluas Basis Pajak, Ditjen Pajak Bidik Transaksi Digital di 2026

Shopee sendiri talah menghadirkan program Shopee Affiliate sebagai inovasi untuk menciptakan peluang ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Shopee Affiliate ini merupakan program pemasaran dari Shopee Indonesia yang memungkinkan pengguna mendapatkan komisi dengan mempromosikan produk Shopee (Mall, Star+, Star Seller) melalui media sosial (Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, Twitter). 

Radynal mengklaim program ini juga efektif menarik orang untuk meningkatkan penjualan. Hal itu dibuktikan dari data Shoppe yang menunjukan 50% penjualan di Shopee itu berasal dari promosi melalui program Shopee affiliate baik dari live penjualan langsung maupun video promosi lewat sosial media. 

"Riset kami juga menunjukan 65% video affiliate itu jauh lebih efektif untuk mengajak orang check out ketika belanja di e-commerce," ujar Radynal. 

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli meyakini bahwa peluang kerja di sektor ekonomi digital akan terus meningkat. 

Bahkan menurutnya di tahun ini potensi ekonomi digital juga akan jauh lebih besar dari tahun 2025 yang tercatat Rp 1,672 triliun. 

Baca Juga: BI Catatkan Transaski E-Commerce Capai Rp 134,67 Triliun pada Kuartal III-2025

Untuk itu, Yassierli menyambut baik kerjasama pelatihan pengembangan talenta digital melalui Training of Trainers Shopee Affiliate yang akan berlangsung selama 3 hari pada 11-13 Februari 2026. 

Menurut Yassierli kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. 

Menurutnya, program pelatihan berbasis keterampilan digital seperti affiliate dapat menjadi alternatif peluang kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. 

“Program Training of Trainers Shopee Affiliate ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital,” ujar Yassierli. 

Tak hanya itu, melalui pelatihan ini, para instruktur balai vokasi tidak hanya dibekali pemahaman teknis mengenai affiliate marketing, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. 

Mereka diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan ini kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pencari kerja, agar dapat membuka peluang usaha dan sumber penghasilan baru secara mandiri.

“Kami berharap program ini dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Yassierli.

Baca Juga: Pajak E-Commerce Ditunda, Menkeu Purbaya Tunggu Ekonomi Tumbuh 6%

Selanjutnya: Kilang Mini LNG Pertama di Jawa Mulai Beroperasi, Investasi Rp 247 Miliar

Menarik Dibaca: 5 Makanan yang Bagus untuk Meningkatkan Kesehatan Kulit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×