kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Kesepakatan Dagang RI-AS Diteken 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Airlangga


Rabu, 11 Februari 2026 / 19:07 WIB
Kesepakatan Dagang RI-AS Diteken 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Airlangga
ILUSTRASI. Prabowo Subianto dan Donald Trump (prabowo/INSTAGRAM). Perundingan perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) akan digelar pada 19 Februari 2026 mendatang.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perundingan perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) akan digelar pada 19 Februari 2026 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan, Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri perhelatan tersebut, guna melakukan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART).

“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” tutur Airlangga usai mengadakan rapat terbatas dengan Presiden, di Istana Kepresidenan, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Kesepakatan Dagang RI-AS, Emiten apa yang Untung dan Buntung?

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meneken dokumen final kesepakatan tarif produk impor asal Indonesia yang masuk ke Amerika.

Airlangga menyebut, negosiasi tarif dagang dengan AS sudah sepenuhnya tuntas. Pemerintah kini tinggal menyepakati dokumen final yang akan diteken langsung Prabowo dan Trump.

Namun saat ditanya ihwal besaran tarif final yang diberikan oleh Pemerintah Amerika Serikat kepada Indonesia, Airlangga menyatakan bahwa ada non disclousure agreement dari kedua negara.

"Dapatnya belum, masih ada non disclosure agreement," ungkap Airlangga usai Rakortas Pemerintah Pusat-Daerah, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: RI-AS: Tim Negosiasi Tarif Kembali ke Washington Pekan Depan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, AS menjadi negara penyumbang surplus terbesar neraca perdagangan Indonesia di tahun 2025.

Adapun dalam kesepakatan Juli 2025, Indonesia sepakat menghapus tarif atas lebih dari 99% barang AS dan menghilangkan berbagai hambatan non-tarif bagi perusahaan-perusahaan Amerika.

Sementara itu, AS akan menurunkan tarif yang sebelumnya diancamkan terhadap produk Indonesia dari 32% menjadi 19%.

Selanjutnya: Emiten Telekomunikasi: Berkah Ramadan 2026, Cuan Besar Menanti?

Menarik Dibaca: Hujan Ekstrem Landa Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×